TKI Indramayu Dipulangkan Usai Ditahan di RS Tiongkok

Sudirman Wamad - detikNews
Selasa, 08 Jun 2021 18:37 WIB
TKI Indramayu
TKI asal Indramayu Sunenti (42) dipulangkan ke kampung halamanya. (Foto: Dok.SBMI Indramayu)
Indramayu -

Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Cabang Indramayu mengapresiasi kinerja pemerintah yang memulangkan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) bernama Sunenti (42) asal Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, yang bekerja di Tiongkok. Sunenti dipulangkan ke tanah kelahirannya pada Senin (7/6) kemarin, tepatnya di Desa Sukadana, Kecamatan Tukdana, Indramayu.

Dalam keterangan yang diterima detikcom, Sunenti sempat tertahan di salah satu rumah sakit Tiongkok karena tak mampu membayar tagihan perawatan. Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Cabang Indramayu, Juwarih mengatakan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) melalui Direktorat Perlindungan WNI dan BHI memfasilitasi seluruh biaya agar Suneti bisa pulang.

"Karena mereka (Kemenlu) yang berkoordinasi dengan KJRI di Shanghai sehingga Sunenti bisa pulang," ujar Juwarih dalam keterangan yang diterima, Selasa (8/6/2021).

Juwarih menjelaskan Sunenti salah satu TKI yang bekerja di Shanghai, Tiongkok. Sunenti diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Ia diberangkatkan secara ilegal atau unprosedural.

Dia menyebutkan Sunenti mengalami sakit komplikasi asam akut dan infeksi lambung. Sunenti tiba-tiba sakit kepala dan langsung tidak sadarkan diri atau koma.

"Ia dirawat di rumah sakit dan sempat tertahan karena keluarga tidak sanggup melunasi besarnya biaya perawatan. Ia harus melunasi sisa biaya rumah sakit, sebesar Rp 57 juta," kata Juwarih.

Juwarih mengatakan, keluarga Sunenti sempat mengirim uang ke rekening temannya untuk membayar biaya pengobatan. Total secara keseluruhan keluarga sudah mengeluarkan biaya Rp 70.400.000. Namun pihak rumah sakit masih meminta kekurangan biaya sebesar Rp. 57 juta.

"Uang yang dibayarkan keluarga itu hasil menggadaikan rumah, akan tetapi biaya pengobatan tersebut tetap masih kurang. Sisa biaya yang harus dibayar itu semuanya dibantu pemerintah, termasuk biaya kepulangan Sunenti ke tanah air setelah merespons surat pengajuan dari SBMI," kata Juwarih.

Masih diceritakan Juwarih, setibanya di rumah, Sunenti mengaku sangat bahagia. Pasalnya, ia sudah lama ingin pulang pulang menemui orang tua dan sanak saudara. Ia juga bersyukur masih diberi kesehatan sehingga bisa berkumpul kembali dengan keluarga.

"Sekarang rasa sedih itu terobati setelah Sunenti pulang ke Indonesia," ucap Juwarih.

Lihat juga video 'Polisi Gagalkan Penyelundupan 30 Calon Pekerja Migran Ilegal di Kepri':

[Gambas:Video 20detik]



(bbn/bbn)