Lingkaran Pemain Sandiwara Kawin Kontrak di Cianjur

Ismet Selamet - detikNews
Selasa, 08 Jun 2021 13:05 WIB
ilustrasi menikah
Ilustrasi (Foto: iStock)
Cianjur -

Praktik kawin kontrak di Kabupaten Cianjur Jawa Barat terungkap kerap menggunakan jasa wali hakim bayaran hingga penghulu yang diduga abal-abal.

Udin (bukan nama sebenarnya), calo kawin kontrak, mengatakan permainan peran sudah terjadi saat wisatawan asal Timur Tengah yang ingin melakukan kawin kontrak datang ke Cianjur dan menginap di vila.

Calo kawin kontrak akan menawarkan perempuan, untuk kemudian dibawa dan dikenalkan. Jika cocok, sandiwara berikutnya pun akan dimulai.

Teman dari calo akan didatangkan sebagai wali hakim jika pasangan perempuan menjalankan kawin kontrak tidak atas pengetahuan orang tua.

"Kalau memang kawin kontraknya atas persetujuan orang tua, pastinya pakai wali nikah yang haknya. Tapi kalau tidak, pakai wali hakim," kata dia, Selasa (8/6/2021).

Jika pasangan pria menolak menggunakan wali hakim, maka peran teman calo berubah menjadi ayah kandung pasangan perempuan.

"Suka ada yang tidak mau pakai wali hakim. Tidak jadi masalah, tinggal diatur agar mengaku sebagai ayah kandung dan si perempuan menyebut ayah pada si walinya," ungkapnya.

Untuk penghulu, lanjut Udin, masih merupakan jaringan dari calo yang didandani seolah penghulu asli. "Bukan penghulu resmi, hanya teman dari calo juga yang memang sedikitnya paham soal tata cara pernikahan," kata dia.

Menurut dia, setiap peran tersebut mendapat bagian dari uang yang diberikan pasangan pria dalam praktik kawin kontrak.

"Bagian merekakan dari yang 50 persen jatah dari mahar kawin kontrak. Kalau yang perempuan full 50 persen untuk sendiri, sedangkan kalau calo 50 persen nya dibagi untuk wali hakim, saksi, dan penghulu," paparnya.

Sebelumnya, Kantor Kemenag Kabupaten Cianjur, Jawa Barat memastikan tidak ada penghulu di bawah naungannya yang terlibat dalam praktik kawin kontrak. Bahkan kalaupun ada itu penghulu abal-abal.

Pejabat Fungsional Umum Kepenghuluan Kemenag Cianjur Gumilar, penghulu merupakan ASN akan bekerja sesuai aturan yang ada. Sehingga jika ada dalam praktik kawin kontrak itu penghulu atau P3N yang ilegal dan tidak mempunyai wewenang untuk melakukan pencatatan dan pengawasan pernikahan.

Bahkan disebut jika penghulu kawin kontrak merupakan masyarakat biasa yang dibalut dan didandani seolah benar-benar penghulu.

"Tentu saja mereka bukan penghulu resmi yang terdaftar di Kemenag. Biasanya mereka merupakan masyarakat biasa berbalut seolah yang mengerti tentang pernikahan dan mengaku sebagai penghulu," ujar Gumilar.

Saksikan juga Kawin Kontrak di Kota Santri

[Gambas:Video 20detik]



(mud/mud)