Kasus Penganiayaan Sopir Taksi, Habib Bahar: Saya Tak Minta Dibebaskan

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Selasa, 08 Jun 2021 12:09 WIB
Terdakwa kasus dugaan penganiayaan terhadap remaja Bahar bin Smith memegang bendera merah putih seusai menjalani sidang putusan di gedung Arsip dan Perpustakaan, Bandung, Jawa Barat, Selasa (9/7/2019). Majelis hakim menjatuhi hukuman kepada Bahar bin Smith tiga tahun penjara, denda Rp50 juta dan subsider satu bulan kurungan. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/foc.
Foto: Habib Bahar bin Smith (Antara Foto).
Bandung -

Habib Bahar bin Smith menegaskan tak pernah meminta majelis hakim membebaskan dirinya dalam perkara penganiayaan sopir taksi online Andriansyah. Padahal sebelumnya dalam pembelaan atau pleidoi yang dibacakan pengacaranya, Bahar minta dibebaskan.

"Saya tidak pernah minta untuk dibebaskan, saya tidak pernah minta vonis hakim bebas," ucap Bahar dalam sidang beragenda tanggapan jaksa atas pleidoi atau replik di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Selasa (8/6/2021).

Bahar menyampaikan hal itu dalam persidangan. Bahar sendiri mengikuti persidangan itu melalui virtual lantaran saat ini mendekam di balik jeruji besi Lapas Gunung Sindur, Bogor.

Kembali ke soal Bahar. Dia menegaskan dalam pleidoinya hanya meminta hakim memberikan hukuman yang adil.

"Saya hanya minta keadilan, saya berani bertanggungjawab apapun risikonya, berapapun ancamannya, hukumannya, saya ikhlas," kata dia.

Sementara itu, hakim Surachmat menyebut permintaan bebas itu diungkapkan dalam draft pleidoi pengacara Bahar.

"Minta dibebaskan itu tercantum di draft penasehat hukum. Kemarin intinya, minta dibebaskan, kalau habib minta dihukum, kami sudah catat, kalau minta keadilan ya betul," tutur Surachmat.

Halim menyatakan perdebatan hukum dalam perkara ini sudah selesai. Majelis hakim tinggal menjatuhkan vonis atas kasus ini. Vonis sendiri rencananya akan dibacakan pada tanggal 22 Juni mendatang.

"Semua perdebatan hukum sudah selesai, tinggal kami bermusyawarah untuk menjatuhkan hukuman, acaranya putusan pada persidangan yang akan datang," katanya.

Habib Bahar bin Smith dituntut lima bulan penjara atas kasus penganiayaan terhadap sopir taksi online Andriansyah. Bahar pun meminta hakim membebaskannya dari segala tuntutan.

Hal itu disampaikan Bahar melalui tim kuasa hukumnya dalam lanjutan sidang beragenda nota pembelaan atau pleidoi di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung pada Kamis (3/6/2021).

"Penasihat hukum memohon kepada majelis hakim untuk membebaskan terdakwa habib Bahar bin Smith dari segala dakwaan dan tuntutan atau apabila majelis hakim ada pendapat lain, mohon putusan seadil-adilnya," ucap Ichwan Tuankotta kuasa hukum Bahar saat membacakan pleidoi.

(dir/mso)