Jaksa Ungkap Alasan Tuntut Habib Bahar Hukuman 5 Bulan Bui

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Selasa, 08 Jun 2021 11:55 WIB
Jaksa ungkap alasan menuntut Habib Bahar 5 bulan penjara
Jaksa ungkap alasan menuntut Habib Bahar 5 bulan penjara (Foto: Dony Indra Ramadhan)
Bandung -

Jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat menegaskan tuntutan pidana selama lima bulan terhadap habib Bahar bin Smith sudah sesuai aturan dan pertimbangan. Jaksa juga membantah adanya skenario yang dibuat untuk menjebloskan Bahar ke penjara.

Hal itu diungkapkan JPU Kejati Jabar Sukanda saat membacakan tanggapan atas pledoi atau replik yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Bandung pada Selasa (8/6/2021). Dalam sidang tersebut, Bahar selalu terdakwa mendengarkan replik melalui virtual.

"Tuntutan lima bulan itu sudah dipertimbangkan," ujar Sukanda dalam persidangan.

Sukanda menuturkan pertimbangan tuntutan selama lima bulan tersebut sesuai berdasarkan fakta hukum di persidangan. Selain itu, faktor perdamaian antara Bahar dan Andriansyah selaku korban yang kerap disampaikan di persidangan, juga menjadi pertimbangan.

"JPU menuntut lima bulan berdasarkan fakta hukum di persidangan, karena sudah saling memaafkan dan sudah membayar, jadi tuntutan lima bulan bukan karena ragu, tapi karena objektivitas jaksa," tuturnya.

Sukanda juga membantah adanya unsur kesengajaan atau skenario untuk menghukum Bahar dalam perkara ini. Menurut dia, hal ini semata-mata untuk proses hukum.

"Kami akan menanggapi di mana adanya skenario yang dirancang. Jaksa penuntut umum tidak ada skenario untuk menggiring ke persidangan. Terdakwa habib Bahar bin Smith semata-mata untuk memproses hukum terhadap terdakwa," kata dia.

Seperti diketahui, habib Bahar diadili atas kasus pemukulan terhadap sopir taksi online bernama Andriansyah. Pemukulan itu dilakukan usai Andriansyah mengantar istri Bahar pada tahun 2018 lalu.

Dalam sidang tuntutan, jaksa menuntut Bahar dengan hukuman 5 bulan penjara. Bahar dinilai terbukti melakukan penganiayaan sesuai Pasal 351 KUHP Jo Pasal 55.

"Menjatuhkan pidana dengan pidana penjara selama lima bulan. Dengan tetap ditahan," ujar jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat saat membacakan amar tuntutan.

(dir/mud)