Kasus Penganiayaan Sopir Taksi Online, Habib Bahar Minta Dibebaskan

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Kamis, 03 Jun 2021 12:53 WIB
Sidang Habib Bahar, Kamis 3 Juni 2021
Foto: Sidang Habib Bahar (Dony Indra Ramadhan/detikcom).
Bandung -

Habib Bahar bin Smith dituntut lima bulan penjara atas kasus penganiayaan terhadap sopir taksi online Andriansyah. Bahar meminta hakim membebaskannya dari segala tuntutan.

Hal itu disampaikan Bahar melalui tim kuasa hukumnya dalam lanjutan sidang beragenda nota pembelaan atau pleidoi di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung pada Kamis (3/6/2021).

"Penasihat hukum memohon kepada majelis hakim untuk membebaskan terdakwa habib Bahar bin Smith dari segala dakwaan dan tuntutan atau apabila majelis hakim ada pendapat lain, mohon putusan seadil-adilnya," ucap Ichwan Tuankotta kuasa hukum Bahar saat membacakan pleidoi.

Ichwan menuturkan Bahar sendiri memiliki tanggungan selaku kepala keluarga dan penanggung jawab pondok pesantren yang didirikannya di Bogor.

"Habib Bahar adalah selaku kepala keluarga bertanggung jawab terhadap santri dan juga pecintanya yang menunggu," kata dia.

Dalam pleidoi itu tim kuasa hukumnya menguraikan fakta-fakta persidangan dan analisis yuridis. Beberapa di antaranya berkaitan dengan keterangan saksi-saksi yang dihadirkan termasuk korban.

Pengacara juga membantah terkait keterangan saksi yang menyebutkan adanya ancaman pembunuhan yang diucapkan oleh Bahar saat aksi penganiayaan itu terjadi.

Selain itu, pengacara juga membeberkan perihal perdamaian antara kedua belah pihak yakni antara Bahar dan juga Andriansyah. Bahkan Bahar disebut sudah membayar uang ganti rugi.

"Dalam keterangan, saksi korban tidak mau memperpanjang masalah karena sudah berdamai ada surat perjanjian diperkuat oleh keluarga korban yang menyaksikan perdamaian," kata dia.

Selain itu, pengacara juga menyinggung soal tuntutan 5 bulan yang diberikan oleh jaksa. Pengacara menilai jaksa ragu-ragu dalam memberikan tuntutan.

"Dakwaan primer dan subsider tidak terbukti. Dalam hal ini jaksa ragu dengan tuntutan 5 bulan. Apa yang ditemukan karena sudah ada perdamaian.
Harusnya jaksa membantu fasilitator bukan dibawa ke pengadilan," ujar pengacara.

Seperti diketahui, habib Bahar diadili atas kasus pemukulan terhadap sopir taksi online bernama Andriansyah. Pemukulan itu dilakukan usai Andriansyah mengantar istri Bahar pada tahun 2018 lalu.

Dalam sidang tuntutan, jaksa menuntut Bahar dengan hukuman 5 bulan penjara. Bahar dinilai terbukti melakukan penganiayaan sesuai Pasal 351 KUHP Jo Pasal 55.

"Menjatuhkan pidana dengan pidana penjara selama lima bulan. Dengan tetap ditahan," ujar jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat saat membacakan amar tuntutan.

Lihat juga video 'Pemicu yang Bikin Habib Bahar Kembali Jadi Tersangka':

[Gambas:Video 20detik]



(dir/mso)