Postingan RK soal Petani Milenial Disorot, Ini Kata Pakar Kebijakan Publik

Dony Indra Ramadhan, Wisma Putra - detikNews
Senin, 31 Mei 2021 22:47 WIB
Postingan Ridwan Kamil soal petani milenial
Postingan Ridwan Kamil soal petani milenial (Foto: Instagram Ridwan Kamil)
Bandung -

Program petani milenial disorot lantaran kenyataan di lapangan tak sesuai dengan unggahan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Pakar kebijakan publik UPI Cecep Darmawan menyebut pemimpin perlu mengecek langsung kondisi di lapangan.

"Pertama itulah pentingnya seorang pemimpin turun ke bawah. Istilah dulunya itu Turba, turun ke bawah, dicek. Betul ada yang berhasil boleh lah diupload. Tapi kalau ada kegagalan juga harus diakui," ucap Cecep saat dihubungi, Senin (31/5/2021).

Cecep menilai seorang pemimpin perlu terbuka baik programnya berjalan lancar maupun tidak. Jangan sampai, kata dia, hanya keberhasilan saja yang dipublikasikan ke masyarakat.

"Seimbang artinya. Tidak menyatakan semuanya berhasil. Tidak menyatakan semua juga gagal. Seharusnya sebagai seorang pemimpin, bukti-bukti itu dikemukakan ke publik. Bahwa ini ada keberhasilan tapi tidak lepas belum ada yang berhasil. Itu lah pemimpin bijaksana harusnya seperti itu. Jangan hanya keberhasilannya saja di beritakan nggak boleh begitu," kata dia.

Dari sisi pola komunikasi politik, Cecep menilai hal itu lantaran seorang pemimpin membutuhkan penilaian atau apresiasi dari masyarakat. Dia menyebut hal itu wajar.

"Tapi kan yang lebih penting lagi sebuah program itu harus menjadi reedukasi. Ya sebuah program berhasil karena apa, gagal karena apa. Kalau ada keberhasilan tingkatkan lagi menjadi best practice buat berikutnya, dari sisi policy ada kegagalan berarti dievaluasi di mana letak kegagalan dalam proses perencanaan. Apakah dalam proses implementasi, kalau iya pihak mana yang harus diperkuat ke depan. Itu namanya dalam agenda setting birokrasi harusnya begitu," tutur dia.

Menurut Cecep, hal ini terjadi bisa karena tidak hadirnya Ridwan Kamil ke lapangan atau akibat kesalahan informasi yang didapat.

"Mungkin begitu (kurang turun ke lapangan), mungkin salah informasi. Saya tidak salahkan Ridwan Kamil tapi harus ada second line leading sector di mana yg bermain bukan Ridwan Kamil tapi tim yang muncul jangan hanya Ridwan Kamil, timnya juga muncul. Apa yang dilakukan pemerintah bukan milik pemerintah tapi semua. Apalagi dibiayai APBD," tutur dia.