Klaster Keluarga di Karawang, 57 Warga Positif dan 6 Meninggal

Yuda Febrian Silitonga - detikNews
Senin, 31 Mei 2021 20:38 WIB
Poster
Ilustrasi (Foto: Edi Wahyono)
Karawang -

Dua pekan pascalebaran, Satgas Penanganan COVID-19 Karawang menemukan adanya klaster keluarga di 3 Kecamatan. Dari hasil tracing, dan tracking ada 57 warga positif COVID-19 dan 6 meninggal dunia.

Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana mengatakan ada dua klaster yang terjadi di Karawang, pertama klaster industri, dan terbaru ini klaster keluarga.

"Untuk klaster industri, masih menunggu laporan dari perusahaan, sedangkan untuk klaster keluarga yang terbaru ini, ada 3 kecamatan, pertama Kecamatan Kutawaluya, ada di dua desa, yakni Desa Waluya 19 orang positif Covid-19, dan Desa Kutamukti 11 orang, dan yang meninggal ada 3 orang," kata Cellica saat ditemui usai rapat koordinasi penanganan Covid-19, di lantai 2, Aula Rapat Pemkab Karawang, Senin (31/5/2021).

Lanjutnya, lalu di Kecamatan Telagasari, ada 20 orang yang positif dan 2 orang meninggal dunia."Untuk di Kecamatan Telagasari ini, saat Tracing, dan Tracking, mereka yang positif sempat mengadakan halal bihalal atau silaturahmi lebaran," ungkapnya.

Selain itu, di Kecamatan Cilamaya ada, di Desa Tegalwaru, 7 orang positif, dan 1 meninggal dunia."Untuk di Kecamatan Cilamaya ini, itu usai mudik dari Tegal, terus kerja di Kecamatan Kota Baru, dan akhirnya saat Tracing dan Tracking 7 positif," terangnya.

Dari klaster keluarga tersebut, Cellica mengakui merupakan kejadian pertama di Karawang."Ini belum pernah terjadi sebelumnya, penyebarannya begitu cepat, juga kematiannya, jadi misal positifnya hari ini, 3 hari kemudian langsung meninggal, ini menjadi perhatian bagi kami," ungkapnya.

Oleh karenanya, dalam penanganannya, ia meminta dinas kesehatan, untuk mengirim sampel ke litbang Kemenkes untuk diperiksa stereotipnya.

"Saya sudah perintahkan dinkes untuk mengirim sampelnya ke Litbang Kemenkes, agar dapat mengetahui, apa sebenarnya penyebab cepatnya penyebaran, dan kematiannya," jelasnya.

Perihal itu, ia juga telah mengantisipasi dengan melockdown wilayah yang terjadi klaster keluarga.

"Saya tekankan kepada camat-camatnya untuk menerapkan lockdown di wilayah yang terjadi klaster keluarga, jadi lockdown di tingkat RT," tandasnya.

Sementara itu, ia juga akan memperpanjang PPKM Mikro dua Minggu ke depan, secara masif hingga ke tingkat RT, di 11 kecamatan yang zona merah, dan 8 zona oranye dari 30 kecamatan di Karawang.

"Ada 11 kecamatan zona merah, 8 zona oranye akan diterapkan PPKM mikro diperpanjang hingga dua Minggu ke depan, apabila ditemukan positif rate-nya lebih dari 5 orang kita akan lakukan lockdown," tandasnya.

(mud/mud)