Melihat Nasi Bungkus 'Penolong Sesama' Rp 2 Ribu di Bandung

Yudha Maulana - detikNews
Senin, 31 Mei 2021 15:22 WIB
Wanita Bandung ini berbagi sesama dengan menjual nasi bungkus Rp 2 ribu
Wanita Bandung ini berbagi sesama dengan menjual nasi bungkus Rp 2 ribu (Foto: Yudha Maulana)
Bandung -

Pernah hidup susah saat merantau di ibu kota menginspirasi Ismaya Safitri, warga Kota Bandung untuk berbagi kepada sesama. Di masa pandemi COVID-19 ini, Ismaya membuat aksi kebaikan dengan menjual nasi bungkus dengan harga yang sangat miring.

Suara susuk membentur wajan terdengar dari luar Warung Suroboyo yang terletak di Jl Natuna, Kota Bandung pada Senin (31/5). Aroma wangi bumbu yang digoreng semerbak tercium. Di dalamnya terlihat Ismaya dan tiga orang pekerjanya sibuk meracik bumbu dan mengoseng bihun di atas wajan.

Setelah bihun goreng selesai ditiriskan, keempat orang itu mulai melipat kertas nasi, dan mulai memasukkan bihun bersama dengan orek tempe dan capcay di atas nasi hangat. Bungkus nasi itu kemudian dimasukkan ke dalam boks besar untuk dijajakan di pinggir jalan.

"Saya memilih harga dua ribu per bungkusnya, kenapa tidak digratiskan ? Karena saya ingin mendidik khalayak agar menghargai nasi tersebut. Kamu harus bekerja lebih dulu untuk mendapatkan uang, dan kalau digratiskan takutnya seenaknya lalu dibuang," kata Ismaya kepada wartawan.

Walau begitu, bagi orang yang tak mampu yang memang membutuhkan makanan, sebungkus nasi itu akan ia bagikan cuma-cuma. "Misal ada tukang coet, pedagang kaki lima yang belum mendapatkan pembeli, bagi mereka saya gratiskan," katanya.

Dalam sehari, Ismaya dan asistennya bisa membuat hingga 350 bungkus nasi. Untuk dananya, Ismaya merogoh koceknya sendiri dan membuka donasi lewat media sosial. Paling sedikit, ia membuat 100-150 bungkus nasi, tergantung dari jumlah donasi yang diterima.

"Antusias warga tinggi, mereka senang misal ada juru parkir, tukang sampah dan lain-lain. Mereka bisa menabung uangnya untuk kebutuhan sehari-hari lainnya," katanya yang membagikan makanan ini dari hari Senin - Jumat.

Ia bercerita tentang momen yang menginspirasi hidupnya saat tinggal di Jakarta beberapa tahun yang lalu. Ketika itu, ia tengah hamil sembilan bulan, lapar dan tak memiliki uang seperser pun. Perutnya keroncongan, tetapi harus berburu dengan waktu untuk menyelesaikan skripsinya.

"Saya tidak tahu harus bagaimana, jalan kaki ke sana, ke sini. Makan dari mana, akhirnya dibantu orang. Dia bantu 'mbak ayo makan di sini', itu yang menjadi inspirasi," kenangnya.

Ke depannya, ia berharap bisa membuat yayasan yang tak hanya membagikan nasi bungkus. Tetapi juga membangun masjid membantu anak yang tidak bisa sekolah menggapai pendidikan, dan membantu warga miskin yang sakit agar bisa berobat. "Kita tidak tahu bagaimana ke depannya, karena takdir ada di tangan Tuhan," ujarnya.

Devi (40), salah seorang pengendara ojek online mengaku terbantu dengan kegiatan sosial yang dilakukan Ismaya. Ia membeli tujuh bungkus, tetapi diberi bonus 15 bungkus. "Harganya Rp 2 ribu, saya bagikan lagi ke teman-teman saya. Sekalian bisa berbagi lagi. Mudah-mudahan terus," katanya.

(yum/mud)