Arkeolog Temukan Struktur Bangunan di Lokasi Bata yang Diduga Candi

Sudirman Wamad - detikNews
Minggu, 30 Mei 2021 18:43 WIB
Arkeolog menemukan struktur bangunan di lokasi bata diduga candi di Indramayu
Arkeolog menemukan struktur bangunan di lokasi bata diduga candi di Indramayu (Foto: TACB Indramayu)
Indramayu -

Tim arkeolog dan balai cagar budaya tengah melaksanakan ekskavasi, penggalian di lokasi yang ditemukannya benda purbakala di Kabupaten Indramayu. Tim tersebut menemukan struktur bangunan berupa bata bersusun di kedalaman satu meter.

Ekskavasi dilakukan Balai Arkeologi (Balar) Jabar, Bala Pelestarian Cagar. Udaya Banten (BPCB) Banten, dan Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Indramayu. Tim gabungan tersebut akan menelusuri temuan bata susun yang berada di persawahan Desa Sambimaya, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu. Ekskavasi yang dilakukan di Situs Sambimaya ini merupakan lanjutan dari penemuan bata merah yang 'bertelapak kaki anjing' pada akhir 2020 lalu.

Ketua Tim Penelitian Arkeologi Situs Sambimaya Nanang Saptono mengatakan akan terus menelusuri dan meneliti dengan melakukan ekskavasi di lokasi temuan struktur bangunan. Nanang mengatakan tim telah membuka kotak ekskavasi baru.

"Akan kami telusuri terus struktur temuan ini. Kita temukan pecahan gerabah lokal. Dan, bata yang banyak berserakan di lokasi temuan struktur," kata Nanang dalam keterangan yang diterima detikcom, Minggu (31/5/2021).

Sementara, Arkeolog BPCB Banten Soni Prasetiya Wibawa menduga temuan struktur bata di salah satu lokasi ekskavasi itu merupakan bangunan tunggal, berdiri sendiri dan tidak terikat dengan temuan di sebelumnya, yaitu bata merah 'bertelapak kaki anjing' pada 2020.

"Untuk memastikannya kita buka kotak (lokasi) ekskavasi baru. Dengan adanya temuan ini semoga menjawab dugaan-dugaan yang berkembang di masyarakat, apakah ini bangunan candi atau bangunan lain," kata Soni.

Ketua TACB Kabupaten Indramayu Dedy S Musashi mengatakan penemuan Situs Sambimaya ini bisa mengungkap peradaban Indramayu pada masa Hindu-Buddha. Ia berharap pemerintah daerah ikut aktif membantu ekskavasi. Sebab, Dedy tak menampik ekskavasi membutuhkan anggaran untuk mempercepat prosesnya.

"Ini hari kelima. Sudah ada lima kota (lokasi) eksvakasi (galian). Kita libatkan juga tenaga lokal untuk membantu proses ekskavasi. Rencananya dilakukan hingga 9 Juni," kata Dedy.

Seperti diberitakan sebelumnya, penemuan batu bata merah yang 'bertelapak kaki anjing' menggemparkan masyarakat Indramayu pada Oktober tahun lalu. Batu bata merah yang diduga bagian bangunan candi itu ditemukan di Desa Sambimaya, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, yang saat ini diteliti oleh BPCB.

Ketua Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Indramayu Dedy S Musashi membenarkan adanya temuan itu. Ia menjelaskan penemuan bangunan yang diduga candi itu ditemukan oleh salah seorang polisi dan komunitas Karuhun Nusantara, Minggu (27/10/2019).

"Batu bata merah ukuran 20x20 sentimeter, diduga bagian dari struktur bangunan candi Buddha. Ada goresan telapak kaki anjing. Telapak kaki hewan ini biasanya sebagai penanda batas wilayah, batas pengembaraan seorang Buddhis," tutur Dedy saat dihubungi detikcom Senin (28/10).

(mud/mud)