Balai Cagar Budaya Teliti Penemuan Batu Bata yang Diduga Candi di Indramayu

Sudirman Wamad - detikNews
Minggu, 06 Des 2020 17:18 WIB
Balai cagar budaya teliti penemuan batu bata diduga candi di Indramayu
Balai cagar budaya teliti penemuan batu bata diduga candi di Indramayu (Foto: Istimewa)
Indramayu -

Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Lampung, Banten, DKI Jakarta dan Jawa Barat melakukan ekskavasi struktur batu bata yang diduga bangunan candi di Desa Sambimaya, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Ekskavasi dilakukan BPCB itu melibatkan Balai Arkeologi Jawa Barat, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Indramayu, Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Indramayu, dan pemerintah setempat. Ekskavasi sudah dilakukan sejak 2 Desember hingga 11 Desember.

Ketua TACB Kabupaten Indramayu Dedy S Musashi menjelaskan ekskavasi penyelamatan tersebut merupakan langkah awal untuk penelitian selanjutnya. Dedy mengimbau agar masyarakat sekitar tak melakukan vandalisme atau perusakan terhadap objek diduga cagar budaya (ODCB).

"Terima kasih kepada tim BPCB Banten yang telah melakukan ekskavasi penyelamatan terhadap situs diduga candi di Sambimaya. Diharapkan ada penelitian lanjutan dari institusi terkait lainnya seperti Balai Arkeologi," kata Dedy kepada detikcom melalui pesan singkatnya, Minggu (6/12/2020).

Sementara itu, Ketua Tim Ekskavasi Penyelamatan Situs Dingkel Soni Prasetiya Wibawa mengaku telah berhasil mengidentifikasi struktur bata yang memiliki delapan lapisan. Tak hanya itu, lanjut Soni, ekskavasi hari ketiga, Sabtu (5/12) kemarin, pihaknya menemukan bata profil yang diduga bagian dari bangunan dinding.

"Telah teridentifikasi bagian yang diduga sebagai struktur sisi barat. Ukuran dan dimensi jenis dibuat pada masa lalu yg mirip dengan bata merah di komplek percandian Batujaya Kabupaten Karawang," kata Soni dalam keterangan yang diterima detikcom.

Soni mengaku belum bisa menyimpulkan atas temuan awalnya itu. "Ini baru penelitian awal dari sebuah ODCB yang ditemukan di Indramayu," kata Soni.

Soni menambahkan perlu adanya penelitian lanjutan yang dilakukan berbagai instansi, seperti Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Indramayu, BPCB Banten dan Balai Arkeologi Jabar. Soni juga berharap masyarakat sekitar berperan aktif untuk melestarikan.

Soni menyebut perlu adanya juru pelihara terkait penemuan situs tersebut. "Dengan hasil kegiatan ini diharapkan dapat memberikan informasi berkenaan tentang sejarah kebudayaan Kabupaten Indramayu," kata Soni.

Seperti diberitakan sebelumnya, penemuan batu bata merah yang 'bertelapak kaki anjing' menggemparkan masyarakat Indramayu pada Oktober tahun lalu. Batu bata merah yang diduga bagian bangunan candi itu ditemukan di Desa Sambimaya, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, yang saat ini diteliti oleh BPCB.

Ketua Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Indramayu Dedy S Musashi membenarkan adanya temuan itu. Ia menjelaskan penemuan bangunan yang diduga candi itu ditemukan oleh salah seorang polisi dan komunitas Karuhun Nusantara, Minggu (27/10/2019).

"Batu bata merah ukuran 20x20 sentimeter, diduga bagian dari struktur bangunan candi Buddha. Ada goresan telapak kaki anjing. Telapak kaki hewan ini biasanya sebagai penanda batas wilayah, batas pengembaraan seorang Buddhis," tutur Dedy saat dihubungi detikcom Senin (28/10).

(mud/mud)