Tak Lapor Karyawan Kena Corona, 2 Perusahaan di Karawang Ditegur Satgas

Yuda Febrian Silitonga - detikNews
Kamis, 27 Mei 2021 21:29 WIB
Dua perusahaan di Karawang ditegur Satgas gegara tak laporkan karyawan kena Corona
Dua perusahaan di Karawang ditegur Satgas gegara tak laporkan karyawan kena Corona
Karawang -

Dua perusahaan yang berlokasi di Kawasan Industri Surya Cipta ditegur Satgas Penanganan COVID-19 akibat tidak melaporkan karyawannya yang positif COVID-19.

Wakil Bupati, selaku Wakil Ketua 1 Satgas Penanganan COVID-19 Karawang, Aep Syaepuloh mengungkapkan ada dua perusahaan yang kami datangi, dan perusahaan tersebut telah mengakui belum melaporkan karyawannya yang positif COVID-19.

"Kami tadi lakukan sidak, di dua perusahaan, yakni PT Zinus Global Indonesia, dan pabrik ban, untuk menindaklanjuti adanya karyawannya yang positif COVID-19, namun tidak ada pelaporan," kata Aep usai sidak dua perusahaan, di Kawasan Industri Surya Cipta, Kamis (27/5/2021) malam.

Dari sidak tersebut, tim Satgas memberikan teguran, agar segera melakukan pelaporan, dan penanganan sesuai surat edaran dari Kemenperin, dan Bupati.

"Kami melakukan sidak ini, karena menindaklanjuti pelaporan adanya karyawan di dua perusahaan tersebut ada karyawannya positif COVID-19, total 4 karyawan, yakni 2 di Zinus, dan 1 karyawan pabrik ban, dan istrinya, namun di data kami, kedua perusahaan tersebut belum melaporkannya, akhirnya kami tadi tegur untuk segera melaporkan, dan menjalankan tracking, Tracing, dan PCR dalam upaya pencegahan penyebaran COVID-19," ungkapnya.

Terkait sangsi, menurutnya, hanya berupa teguran, karena ia menilai dua perusahaan saat sidak masih mampu menangani karyawannya yang positif.

"Sebenarnya tadi saat mereka memaparkan konsep penanganannya itu bagus, namun sayangnya mereka tidak melakukan pelaporan sesuai surat edaran Kemenperin, dan Bupati, hingga membuat pihak satgas tidak mengetahui, dan kami beri sangsi teguran saja," ujarnya.

Sementara itu, saat sidak, tim detikcom sempat mengikuti pelaksanaannya, di sidak pertama, tim Satgas mendatangi PT Zinus Global Indonesia, lalu dalam pemaparan, manajemen PT Zinus Global Indonesia mengakui belum melaporkan dua karyawannya yang positif, meski kedua karyawan tersebut tengah diisolasi mandiri.

"Kami memang belum melaporkannya, dan kami akan memperbaiki kekurangannya, tapi untuk tes antigen, kami sudah melakukannya ke karyawan namun baru 132 orang, dan hasilnya negatif," ujar Arifin, Manajer, PT Zinus Global Indonesia saat diwawancarai.

Lanjut Arifin, total karyawan yang dimiliki perusahaan berjumlah 1300 orang. "Jadi kami juga memaparkan baru 132 karyawan, dari total 1300 karyawan, dan besok kami akan total tes swab antigennya," tuturnya.

General Manajer PT Bridgestone Tire Indonesia Respati Bayu Aji mengakui adanya keterlambatan pelaporan terhadap satu karyawannya yang positif.

"Kami dari perusahaan, sebenarnya selalu menerapkan apa yang diinstruksikan dalam surat edaran, bahkan apa yang kami upayakan dalam penanganan COVID-19 ini sudah sesuai standar yang diinginkan pemerintah, namun satu karyawan yang positif COVID-19 itu pun sudah dalam penanganan kami, melalui isolasi mandiri, bersama istrinya yang juga positif, dan kebetulan kedua itu belum masuk semenjak libur lebaran, hingga kami belum melaporkannya," ucapnya.

Usai sidak, tim Satgas memberikan tenggat waktu, besok untuk kedua perusahaan melaporkannya, dan juga memperbaiki komunikasi, dan koordinasi dengan pihak Satgas.

"Masalah komunikasi, dan koordinasi dalam penanganan COVID-19, apalagi untuk perusahaan, karena ini mengenai pasca lebaran kemarin, jangan sampai ada klaster industri lagi," terangnya.

Dalam hal ini, tim satgas akan melakukan antisipasi melalui pemeriksaan lanjutan, kepada semua perusahaan.

"Kami tentunya telah menginstruksikan kepada dinas terkait untuk mengontrol ketat perusahaan, dalam komunikasi, dan koordinasi penanganan karyawannya," tandasnya.

Dalam sidak yang berlangsung, Kapolres Karawang, dan Dandim 0604 Karawang turut juga memberikan arahan kepada perusahaan agar mematuhi aturan yang sudah ditetapkan.

(mud/mud)