ADVERTISEMENT

BP2MI Kawal Kasus PMI yang Terancam Hukuman Mati di Dubai

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Kamis, 27 Mei 2021 16:22 WIB
BP2MI melakukan pendampingan hukum PMI yang terancam hukuman mati di Dubai
BP2MI melakukan pendampingan hukum PMI yang terancam hukuman mati di Dubai (Foto: Istimewa)
Bandung -

Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) akan melakukan pendampingan hukum terhadap Nenah Arsinah (38). Pekerja migran asal Majalengka itu terancam hukuman mati di Dubai lantaran dituduh melakukan pembunuhan sopir majikan.

"Negara dipastikan bekerja untuk melindungi setiap pekerja migran Indonesia. Dalam kasus Nenah, mewakili perwakilan Indonesia di Dubai, negara selalu menyempatkan untuk melihat langsung Nenah di penjara. Bahkan perwakilan RI memberikan bantuan pendampingan khusus," ucap Kepala BP2MI Benny Rhamdani dalam keterangannya, Kamis (27/5/2021).

Sebagai langkah melindungi, kata Benny, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan perwakilan RI. Bahkan Benny sudah berbicara langsung dengan Dubes RI untuk Uni Emirat Arab (UEA) untuk membahas langkah-langkah selanjutnya.

"Hari ini juga saya mengirimkan surat ke Dubes untuk meminta jadwal bertemu untuk membahas masalah Nenah," katanya.

Sementara itu di dalam negeri, upaya juga dilakukan BP2MI ke kediaman orang tua Nenah di Majalengka. Tim dari UPT BP2MI Bandung sudah datang dan menemui keluarga Nenah.

"Tadi harapan keluarga menyerahkan penanganan kasus kepada pemerintah dan mohon untuk dibantu," ucap Kepala UPT BP2MI Bandung Ade Kusnandi.

Sebelumnya, Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Majalengka dituntut hukuman mati di Dubai, Uni Emirat Arab. PMI bernama Nenah Arsinah (38) warga Desa Ranjiwetan, Kecamatan Kasokandel ini dituduh melakukan pembunuhan.

Masalah hukum yang menjerat Nenah terjadi pada tahun 2014 lalu. Hal itu bermula dari peristiwa pembunuhan yang menimpa warga berkebangsaan India yang merupakan sopir dari majikan Nenah.

"Iya benar, katanya dituduh membunuh sopir dari majikannya," singkat Saeful Imam Kepala Desa Ranjiwetan saat dikonfirmasi detikcom di kantornya, hari ini.

(mud/mud)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT