Melihat Sekolah di Tasikmalaya-Ciamis Gelar Pembelajaran Tatap Muka

Dadang Hermansyah, Deden Rahadian - detikNews
Senin, 24 Mei 2021 11:04 WIB
Tasikmalaya -

Sejumlah sekolah di Tasikmalaya dan Ciamis mulai menggelar sekolah tatap muka, Senin (24/5/2021). Beragam upaya dilakukan untuk mencegah penyebaran COVID-19 dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka.

Salah satu yang sudah menggelar pembelajaran tatap muka adalah SDN Sambongjaya. Sekolah itu melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.

"Ia kemarin pas ujian kelas enam kita uji coba belajar di sekolah. Sekarang pembelajaran tatap muka terbatas," ucap Kepala Sekolah SDN Sambongjaya Wawan saat ditemui di kantornya.

Teknis pembelajaran tatap muka terbatas dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan. Selain disediakan fasilitas cuci tangan dan wajib masker, proses pembelajaran juga dibatasi.

Dari total 28 siswa per kelas, maksimal 14 orang siswa yang belajar tatap muka terbatas dalam ruang kelas. Pihak sekolah tidak menyiapkan shift pagi atau siang. Setiap siswa hanya mendapat kesempatan belajar satu hari dalam sepekan. Waktu belajar juga dibatasi cukup 90 menit tanpa istirahat.

"Mereka siswa ini dibatasi satu ruangan 14 orang dari total siswa per kelas rata-rata 28 orang. Jadi sekarang kelas satu sampai kelas tiga yang sekolah. Selasa besok empat dan lima. Nah hari Rabu libur, nanti masuk lagi Kamis absensi 15 sampai 28 kelas satu sampai tiga dan Jumat-nya kelas empat dan lima. Jadi anak-anak hanya belajar sehari dalam sepekan," ucap Wawan.

Sayangnya, masih banyak orang tua siswa kelas satu yang tetap memilih masuk ke lingkungan sekolah. Belasan orang tua siswa memilih menjaga anaknya dengan duduk di depan ruang kelas.

Ahasil pihak sekolah harus mengusirnya demi mengantisipasi penyebaran COVID-19. Meski khawatir terhadap anaknya yang baru pertama masuk kelas orang tua siswa kelas satu ini tetap harus keluar lingkungan sekolah.

Sejumlah siswa mengaku senang kembali masuk sekolah pasca belajar daring lebih dari satu tahun. Mereka bisa kembali belajar meski jam pelajaran dan jumlah teman sekelas dibatasi setengahnya.

"Senang belajar lagi ketemu teman belajar matematika," ucap Alma siswa kelas tiga SD.

Sementara itu, di Kabupaten Tasikmalaya pelaksanaan sekolah tatap muka memasuki uji coba dengan melaksanakan kegiatan ujian untuk siswa kelas enam.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya melakukan infeksi mendadak di SDN Sukasenang, Singaparna. Pihak sekolah dipastikan siap melaksanakan uji coba tatap muka ini dengan menerapkan protokol kesehatan.

"Saya lihat Alhamdulillah siap sekolah melaksanakan tatap muka. Ini saya juga pastikan prokes di sekolahnya benar-benar dilaksanakan," ucap Dadan.

Selain itu, pihak sekolah menyediakan ruang isolasi sementara dan ganti baju khusus untuk siswa yang alami gejala COVID-19 dan naik angkutan umum. Siswa yang naik angkutan umum wajib pakai baju biasa bukan seragam. Sebelum masuk kelas mereka harus ganti baju di ruang khusus. Sementara bagi siswa yang suhunya tinggi akan dibawa masuk ruang isolasi sementara menunggu dijemput orang tua.

"Bagus di sini diSDNSukasenang ini, ada ruang khusus isolasi sementara dan ganti baju bagi siswa yang naik angkutan umum. Kita harap semua sekolah seperti ini dalam menjalankan protokolkesehatannya," ujarDadan.