Sempat Mudik Lebaran, 9 Warga Cimahi Positif COVID-19

Whisnu Pradana - detikNews
Minggu, 23 Mei 2021 14:05 WIB
COVID-19 Health insurance concept. Blurring of hand holding pen and Stethoscope on health form. Focus on
Foto: Ilustrasi (Getty Images/iStockphoto/farosofa).
Cimahi -

Sebanyak sembilan orang warga Kota Cimahi positif COVID-19 setelah mereka menjalani rapid test antigen massal yang digelar oleh Pemerintah Kota Cimahi. Ke sembilan orang yang positif COVID-19 tersebut warga asli Kota Cimahi yang sempat melakukan perjalanan mudik Lebaran.

"Kita melaksanakan rapid test antigen secara gratis. Kita bagi dua sesi, sesi I itu jam 8-10 lalu sesi II itu jam 11-1 siang. Di sesi I ada 200 orang yang ikut, dan hasilnya 9 orang positif tersebar di beberapa kelurahan," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kota Cimahi Pratiwi kepada detikcom, Minggu (24/5/2021).

Dari hasil penelusuran ke sembilan orang tersebut merupakan pelaku perjalanan atau pemudik lokal saat libur Lebaran beberapa waktu lalu. Saat kumpul keluarga, ada anggota keluarganya yang diketahui positif COVID-19.

"Walaupun ada larangan tapi tetap ada yang mudik lokal lalu ketemu keluarga yang lain. Nah kebetulan dari 9 orang ini ada yang keluarganya positif lalu terpapar. Mereka diberitahu lalu ikut rapid test antigen di sini," bebernya.

Ke sembilan orang yang positif COVID-19 tersebut saat ini langsung diarahkan untuk menjalani isolasi mandiri karena termasuk kategori Orang Tanpa Gejala (OTG).

"Yang datang dan ikut rapid test antigen lalu positif di sini semuanya OTG. Jadi mereka diisolasi mandiri. Karena kan ada satu keluarga itu ayah, ibu, sama anaknya. Mereka itu yang terpapar dari saudaranya yang positif waktu kumpul pas Lebaran," jelasnya.

Pratiwi menegaskan rapid test antigen massal yang dilakukan kali ini juga sebagai upaya skrinning antisipasi kasus positif dari para pemudik.

"Ini jadi langkah skrinning antisipasi pemudik, supaya kita tahu apakah ada keluarga yang bertemu dengan pasien positif, seperti contoh 9 orang ini. Ini kesempatan bagi yang kontak erat untuk memeriksakan melalui rapid test antigen," ujarnya.

Kasus COVID-19 di Cimahi Melonjak

Kasus COVID-19 di Kota Cimahi mulai mengalami tanda-tanda kenaikan pasca perayaan Idul Fitri 2021. Lonjakan kasus itu diikuti dengan munculnya sebaran kasus dari klaster keluarga.

"Hari ini kita melaksanakan rapid test antigen. Dari 400 orang sampel, ternyata ada 21 yang positif COVID-19. Ini rata-rata klaster keluarga karena ada yang sekeluarga 3 orang dan 4 orang," ungkap Plt Wali Kota Cimahi Ngatiyana kepada detikcom.

Ngatiyana mengatakan jika dari 21 orang yang positif COVID-19 tersebut, beberapa di antaranya ada yang baru saja melakukan perjalanan mudik lalu juga ada warga luar Kota Cimahi.

"21 orang ini ada yang baru mudik dan ada yang orang luar Cimahi tapi kerja dan tinggal di Cimahi. Ada yang orang Bogor dan Cianjur tapi kerja di sini. Lalu ada yang dari Baleendah dan kuliah di sini," terangnya.

Lonjakan kasus tersebut, kata Ngatiyana, menjadi kekhawatiran tersendiri. Namun pihaknya berupaya melakukan pelacakan sejak dini dengan melaksanakan rapid test antigen masif.

"Makanya kita lakukan rapid test antigen ini karena khawatir ada lonjakan kasus baru usai lebaran dan memang terbukti. Tapi kalau kita tidak lakukan ini (rapid test antigen), nanti tidak ketahuan dan keburu banyak menyebar kemana-mana. Oleh sebab itu ini upaya kami mengetahui sebesar apa lonjakan kasus (COVID-19) di Cimahi usai lebaran," tegasnya.

"Mudah-mudahan tidak terus berlanjut lonjakannya dan segera diketahui oleh kita sehingga bisa segera mengambil langkah bagaimana penyelesaian atau penanganannya," kata Ngatiyana menambahkan.

(mso/mso)