Round-Up

Aksi Brutal Panglima Geng Motor Bandung Diganjar Timah Panas Polisi

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 23 Mei 2021 10:35 WIB
Panglima Geng Motor Bandung Ditembak Polisi
Foto: Panglima geng motor Bandung (Dony Indra Ramadhan/detikcom).
Bandung -

Perjalanan Dadan Kusmana sebagai panglima perang salah satu geng motor di Kota Bandung berakhir. Pria berumur 37 tahun itu harus merasakan dinginnya lantai penjara setelah menghantam Kanit Reskrim Polsek Rancasari Kota Bandung AKP Teddy Sigit dengan balok.

Kapolsek Rancasari Kompol Wendy Boyoh mengatakan kejadian yang menimpa anak buahnya itu terjadi, Minggu, 9 Mei 2021 lalu saat AKP Teddy tengah melakukan patroli dan menerima laporan adanya gerombolan bermotor.

Saat itu anak buahnya menegur dan memberhentikan pelaku. Namun tiba-tiba pelaku malah mnyerang AKP Teddy dengan sebuah balok. Selain itu, pelaku juga mengeluarkan sebuah badik.

Beruntung Teddy tidak mengalami luka. Pasalnya saat kejadian korban menggunakan helm sehingga tidak mengalami luka. "Dia melakukan pemukulan pakai balok dan mengeluarkan badik," kata Wendy di Mapolsek Rancasari, Kamis, 20 Mei 2021 lalu.

Karena pelaku melawan dan membahayakan petugas, pelaku akhirnya ditembak polisi. "Jadi dilakukan tindakan tegas di bahu dan pinggul bawah," tambah Wendy.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Rancasari Kota Bandung AKP Teddy Sigit mengaku setelah mendapatkan laporan bersama anggota lainnya mengecek kabar tersebut dengan mendatangi TKP.

Saat itu, ada satu motor yang memperlambat laju kendaraannya. Teddy lantas mengeluarkan identitasnya sebagai anggota untuk memberhentikan kelompok bermotor itu.

"Kita katakan bahwa kita dari kepolisian, tapi dia masih jalan itu motor dan kita lihatin id card juga masih jalan, lalu saya pegang," jelasnya.

"Pada saat dipegang, pada saat itulah dia buka balok, saya bilang ada pisau karena saya bilang sama anggota tim sus kemudian balok itu dipukulkan ke helm setelah itu saya tangkis tapi mengenai helm," tambah Teddy.

Teddy tetap memegang bahu pelaku meski hampir terjatuh. Saat dipegang itu, pelaku mengeluarkan senjata tajam berupa badik.

"Pikiran saya atau anggota yang dihantam karena kalau saya pakai helm sementara anggota tidak pakai helm ternyata dia mengarah ke saya. Setelah itu kita lakukan tindakan tegas," ujarnya.

Saat ditangkap, pelaku dibonceng temannya, sedangkan temannya yang mengendarai motornya kabur.

"Dia dibonceng yang satunya lagi kabur. Dan setelah kita lakukan tindakan tegas motor itu sudah tiarap dan motor itu mengarah ke saya yang temennya ini. Begitu saya todongkan lagi dia belok dan kabur. Dikejar sama anggota nggak kekejar," tuturnya.

Sementara itu, pelaku yang mengaku sebagai anggota geng motor, mengklaim sebagai panglima perang geng motor. "Saya panglima perang XTC Ciwastra, sudah empat bulan jadi panglima," ujar Dadan.

(wip/mso)