Tak Wajibkan Salat, Kelompok 'Rambut Merah' Ternyata Sekeluarga

Ismet Selamet - detikNews
Sabtu, 22 Mei 2021 14:05 WIB
Cianjur -

Kelompok 'rambut merah' membetot perhatian publik lantaran melakoni ajaran menyimpang. Mereka menyebut bahwa salat dan puasa tidak wajib.

Pimpinan dan anggota kelompok 'rambut merah' yang berjumlah 17 orang ini warga Kampung Ciroyom, Kecamatan Karangtengah, Cianjur. Kepala Desa Bojong Uyeng Handoko mengungkapkan pengikut dan anggota kelompok tersebut ternyata sekeluarga.

"Jadi kalau berdasarkan data itu terdiri dari enam keluarga besar. Total anggota keluarga yang ikut dalam kelompok itu ada 17 orang. Waktu yang hadir saat musyawarah itu memang sudah jauh terjerumus, ada sembilan orang. Tujuh di antaranya lelaki dan dua perempuan," ujar Uyeng, Sabtu (22/5/2021).

Menurutnya, penyebaran paham dari kelompok 'rambut merah' yang diduga menyimpang ini baru sebatas komunikasi antarkeluarga. "Jadi dari DJ (pimpinan kelompok 'rambut merah'), kemudian mengajak beberapa orang dan diberitahukan pada keluarga terdekatnya," tutur Uyeng.

Uyeng masih berkomunikasi dengan para anggota kelompok 'rambut merah' agar kembali bertobat dan meninggalkan paham yang diduga menyimpang. "Pemdes dengan MUI terus berusaha berkomunikasi dan ajak mereka agar kembali ke jalan yang benar. Menjalankan agama sesuai dengan syariat. Rencananya mereka segera bersyahadat kembali," ucap Uyeng.

Kemunculan kelompok 'rambut merah' ini membuat heboh warga Cianjur. Mereka disebut-sebut tak mewajibkan salat dan puasa. Kelompok ini pun kerap bersemedi di hutan.

Warga mengungkapkan kelompok ini dipimpin pria inisial DJ. Seluruh anggotanya berciri khas rambut dicat merah.

(bbn/bbn)