Korupsi Soal Ujian Madrasah Rp 16 M, Kejati Jabar Periksa Puluhan Saksi

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Rabu, 19 Mei 2021 15:51 WIB
Poster
Foto: Ilustrasi (Edi Wahyono/detikcom).
Bandung -

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat masih memeriksa sejumlah saksi berkaitan kasus dugaan korupsi soal ujian tingkat madrasah. Puluhan saksi sudah diperiksa terkait kasus tersebut.

"Kita sudah memeriksa 30 saksi lebih," ucap Kasipenkum Kejati Jawa Barat Dodi Gazali Emil saat dikonfirmasi, Rabu (19/5/2021).

Dodi menuturkan saksi yang diperiksa terdiri dari kelompok kerja madrasah (KKM) baik tingkat Madrasah Tsanawiyah maupun Madrasah Ibtidaiyah di 27 kota dan kabupaten di Jawa Barat. Masing-masing KKM terdiri dari tiga orang yakni Ketua, sekretaris dan bendahara.

"Kemudian kita juga memeriksa pihak swasta sebagai rekanan percetakan di tahun 2018 itu," tuturnya.

Dodi menambahkan pemeriksaan saksi masih akan terus berlangsung. Pihaknya juga akan memanggil sejumlah pejabat di Kementerian Agama Kanwil Jawa Barat.

"Sudah sebagian (pejabat Kemenag Kanwil Jabatan diperiksa), nanti akan dipanggil lagi," kata dia

Kejaksaan Tinggi Jawa Barat tengah mengusut dugaan korupsi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di lingkungan Madrasah Kementerian Agama (Kemenag) Kanwil Jawa Barat. Total nilai kerugian akibat dugaan korupsi ini mencapai Rp 16,6 miliar lebih.

Asisten Pidana Khusus Kejati Jabar Riyono menjelaskan kasus dugaan korupsi dana BOS ini terjadi di dua tingkatan Madrasah yakni Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) seluruh Jawa Barat. Dugaan korupsi itu dilakukan dalam pengadaan soal-soal ujian tahun ajaran 2018 lalu.

Dalam kasus ini, ada selisih anggaran yang termasuk kerugian negara. Berdasarkan audit investigasi yang dilakukan Irjen Kemenag, kata dia, kerugian ditaksir Rp 16,6 miliar. Jumlah ini terdiri dari selisih di tingkat MI sebesar Rp 6,2 miliar dan di tingkat MTs sebesar Rp 10,4 miliar.

(dir/mso)