Selama di Penjara, Habib Bahar Ngaku Nasionaliskan Napi Teroris

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Selasa, 18 Mei 2021 15:16 WIB
Terdakwa kasus dugaan penganiayaan terhadap remaja Bahar bin Smith memegang bendera merah putih seusai menjalani sidang putusan di gedung Arsip dan Perpustakaan, Bandung, Jawa Barat, Selasa (9/7/2019). Majelis hakim menjatuhi hukuman kepada Bahar bin Smith tiga tahun penjara, denda Rp50 juta dan subsider satu bulan kurungan. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/foc.
Habib Bahar (Foto: Antara Foto)
Bandung -

Habib Bahar bin Smith mengaku bila dirinya mencintai negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Bahkan dia mengaku sudah menasionaliskan sejumlah narapidana teroris di penjara.

Hal itu diungkapkan Habib Bahar dalam sidang lanjutan kasus dugaan penganiayaan terhadap sopir taksi online di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Selasa (18/5/2021). Pernyataan itu diungkapkan Bahar bermula saat dia menyatakan kecintaannya terhadap Nkri.

"Jadi, kalau saya yang mulia, kalau urusan pribadi, saya rela saya ridha tapi kalau sudah urusan bangsa, urusan rakyat, urusan agama, urusan keluarga maka saya tidak akan tinggal diam yang mulia. Lebih baik saya yang hancur, asalkan NKRI hidup, biarkan saya yang hancur asalkan Islam tetap jaya. Biarkan saya mati dan binasa asalkan NKRI, agama Islam dan keluarga tetap hidup. Biarkan saya yang lapar asalkan yang lain tetap kenyang. Itu saya," ujar Bahar.

Bahar lalu bercerita soal ceramahnya selama ini yang dikenal banyak orang selalu keras. Padahal, kata Bahar, dia juga sering mengusik ceramah dengan tema-tema atau dengan nuansa yang lembut.

"Kalau pribadi saya ikhlas dan Ridha tapi jangan coba-coba masalah rakyat apalagi memiskinkan rakyat dan menyengsarakan rakyat saya tidak terima. Makanya, banyak orang selalu bicara habih Bahar ceramah keras begini begitu, karena saya membela rakyat dan yang selalu diputar ceramah saya yang keras, ketika saya ceramah lembut tidak pernah diputar. Saya ngajar membahas akhlak dan pernikahan, khitan, hak istri dan suami, ceramah saya yang lembut tidak pernah diputar sehingga orang mengidentikkan saya dengan radikal, keras dan intoleran," kata Bahar.

Bahar kemudian bercerita pengalamannya selama dipenjara. Diketahui, sudah tiga penjara Bahar cicipi selama menjalani hukuman yaitu Lapas Cibinong, Lapas Nusakambangan dan Lapas Gunung Sindur. Bahar sendiri saat ini dihukum atas kasus penganiayaan dua remaja dengan vonis 2 tahun penjara.

Bahar bercerita bila selama di penjara dia bertemu dengan beberapa orang termasuk narapidana teroris. Ia pun mengklaim bila sudah menasionaliskan sejumlah napi teroris.

"Yang mulia, saya di lapas Cibinong, dua teroris dua kasus teroris itu saya NKRI. Di Nusakambangan saya bikin tiga napi teroris NKRI. Di sini (Lapas Gunung Sindur) ada tujuh napi saya bikin mereka NKRI. Napi teroris yang mereka katakan pemerintah thogut saya jelaskan kepada mereka sehingga mereka kembali pada akidah ahlussunah wal jamaah," tutur Bahar.

"Justru yang harus dipertanyakan masalah NKRI jangan pernah mau bilang saya tidak NKRI dan tidak nasionalis, justru para koruptor yang menyengsarakan uang rakyat mereka itu yang tidak nasionalisme, yang tidak nasionalisme dan hanya di mulut. Jadi saya kalau urusan pribadi saya tidak permasalahkan. Saya cinta dan mencari mati untuk membela bangsa agama dan negara kesatuan republik Indonesia, jadi ini terkait dengan harga diri istri saya yang mulia," kata Bahar menambahkan.

Tonton juga Video: Ini Pemicu yang Bikin Habib Bahar Kembali Jadi Tersangka

[Gambas:Video 20detik]



(dir/mud)