Jabar Hari Ini: Ibu 'Ngegas' ke Polisi Minta Maaf-Pemudik Pakai Pelat Nomor Palsu

Tim detikcom - detikNews
Senin, 17 Mei 2021 20:52 WIB
Pengendara plat B yang maki petugas di Sukabumi minta maaf
Foto: Pemudik yang maki petugas minta maaf (Syahdan Alamsyah/detikcom).

Muncul Spanduk Tolak Pemudik Tanpa Surat Bebas COVID-19 di Bogor

Sejumlah spanduk berisi penolakan warga terhadap pemudik tanpa surat bebas COVID-19 terpasang di beberapa titik di Kota Bogor. Warga meminta agar pemudik untuk melakukan tes PCR atau membawa surat bebas COVID-19 sebelum kembali menetap di Kota Bogor.

Spanduk penolakan pemudik tanpa surat bebas COVID-19 terpampang di kawasan Kelurahan Cimahpar, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor. Spanduk itu dipasang di pinggir jalan ketika memasuki kawasan RW 16 Kelurahan Cimahpar. Spanduk juga terpantau terpasang di depan sebuah perumahan di kawasan tersebut.

"Kalau nggak salah kemarin itu dipasangnya. Kalau saya sih setuju saja ya, maksudnya kan biar yang mudik nggak malah bawa-bawa penyakit. Setuju saya itu dipasang, biar pada tahu gitu," kata warga yang melintas di titik pemasangan spanduk di Cimahpar, hari ini.

Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim meminta warga yang nekad mudik untuk melakukan tes PCR sebelum kembali ke Kota Bogor. Hal itu sebagai upaya antisipasi adanya pemudik yang terpapar COVID-19 dan menyebarkan kembali ke warga di lingkungan tempat tinggalnya.

"Jadi gini kita mendapat banyak sekali masukan dari wilayah, mereka meminta kita secara khusus membantu pemantauan terhadap mereka yang lolos mudik. Jadi yang lolos mudik dan kembali ke Kota Bogor diminta melakukan tes PCR. Jadi saya sudah koordinasi dengan wilayah untuk memasang spanduk berisi imbauan, apabila ada yang kembali dari mudik untuk melakukan PCR test. Kemudian kita minta mereka melakukan isolasi mandiri," kata Dedie hari ini.

Lurah Cimahpar Ronny Kunaefi mengatakan pihak kelurahan memang meminta para ketua RW untuk memberikan imbauan yang ditujukan kepada warga yang lolos mudik dan kembali ke Kelurahan Cimahpar. Hal ini untuk mengantisipasi adanya pemudik yang terpapar COVID-19 dan menularkannya kepada warga di lingkungan tempat tinggalnya.

"Kami di kelurahan Cimahpar ini bekerjasama dengan para RW untuk membuat surat dan imbauan-imbauan termasuk spanduk-spanduk yang dipasang di titik-titik strategis. Alhamdulillah warga sangat antusias dan merespons imbauan-imbauan kami dan para RW," kata Ronny dikonfirmasi detikcom, hari ini.

"Titik spanduk yang terpasang sudah di 5 titik dan selanjutnya kami akan tambah lagi di titik-titik rawan sebaran COVID-19, terutama di titik perbatasan wilayah ya," imbuhnya.

Ia menyebut, saat ini pihaknya masih menunggu hasil pendataan ketua RW terkait keberadaan pemudik di lingkungannya masing-masing.

"Kami masih tunggu informasi dari para RW, kami juga sudah siapkan tempat isolasi jika ada warga pendatang kemudian menetap atau warga disini yang kemarin mudik. Kami masih menunggu hasil pendataan para RW," ujarnya.

Halaman

(wip/mso)