Antrean Panjang-Sempat Terjadi Kerumunan Penumpang KA di Stasiun Bandung

Siti Fatimah - detikNews
Senin, 17 Mei 2021 20:24 WIB
Antrean penumpang KA di Bandung
Foto: Antrean penumpang KA di Bandung (Istimewa).
Bandung -

Calon penumpang di Stasiun Bandung dan Stasiun Cicalengka sempat membuat antrean panjang dan berkerumun pada sore hingga menjelang petang. Bahkan, video antrean tersebut juga sempat ramai di perbincangkan di media sosial.

Berdasarkan informasi yang dihimpun detikcom, penumpang tersebut terdiri dari calon penumpang dengan tujuan lokal atau dalam kota. Tiket pemesanan pun dilakukan secara go-show (di tempat) beberapa jam sebelum keberangkatan.

Manager Humas Daop 2 Bandung Kuswardoyo buka suara terkait kerumunan tersebut. Dia mengatakan, antrean tersebut terjadi karena penumpang bersikeras menunggu tiket meskipun sudah habis.

"Iya itu antrean penumpang KA lokal Kereta Rel Diesel (KRD) Bandung Raya. Sebetulnya mereka itu pengguna jasa KRD yang kehabisan tiket keberangkatan pada jam yang mereka inginkan dan mereka menanti antrian tiket KRD jam selanjutnya," ujar Kuswardoyo saat dikonfirmasi detikcom, Senin (17/5/2021).

Pihaknya sempat mengimbau agar calon penumpang untuk menggunakan moda transportasi lain. Namun, kata dia, mereka tetap bertahan untuk menunggu KRD berikutnya.

Faktor biaya yang murah pun menjadi salah satu alasan calon penumpang untuk bertahan. "Sehingga terlihat antrean yang cukup panjang. Maklum dari Padalarang ke Cicalengka hanya Rp 5.000. Jika menggunakan transportasi lain bisa Rp 30 ribu atau lebih," ujarnya.

Per hari ini tercatat pengguna jasa kereta api lokal dari daerah operasional Bandung ada sebanyak 24.000. Perihal kapasitas kereta, kata dia, sudah dibatasi dan tiket yang dijual tidak akan berbeda dari kapasitas yang ditentukan.

"Jadi kapasitas kereta itu kan dibatasi jika sudah sesuai dengan kapasitas yang ada maka tiket tidak akan tercetak lagi untuk KA yang dimaksud. Jadi tidak akan melebihi kapasitas dan penumpang harus menunggu membeli tiket perjalanan berikutnya," jelasnya.

Atas kerumunan tersebut, pihaknya mengaku sudah melakukan pengaturan antrean calon penumpang. "Selain petugas kami terus mengatur antrian, kami juga mengarahkan mereka untuk menggunakan moda transportasi lain dan tentunya membagi antrian berdasarkan kereta yang akan mereka gunakan. Serta terus menghimbau mereka agar mematuhi prokes semaksimal mungkin," pungkasnya.

Sementara itu, pantauan detikcom di lokasi sudah tidak terjadi antrean panjang. Bahkan hanya beberapa kendaraan yang terlihat di tempat parkir stasiun. Meski begitu, beberapa calon penumpang masih terlihat wara-wiri di sekitar stasiun.

(mso/mso)