Sempat Viral-Ditutup, Pengelola Wisata Air Panas Ciwidey Perketat Prokes

Muhammad Iqbal - detikNews
Senin, 17 Mei 2021 18:42 WIB
Petugas mengingatkan pengunjung di objek wisata Ciwidey untuk mematuhi protokol kesehatan
Foto: Petugas mengingatkan pengunjung di objek wisata Ciwidey untuk mematuhi protokol kesehatan (Muhammad Iqbal/detikcom).
Kabuaten Bandung -

Pemerintah Kabupaten Bandung memutuskan untuk membuka sejumlah objek wisata di Ciwidey setelah sempat menutupnya. Salah satunya, kolam berendam air panas Walini.

Sebelumnya, sebuah rekaman video kerumunan di objek wisata Walini viral di media sosial. Akibat video kerumunan tersebut, Walini dan tempat wisata yang berada di Ciwidey ditutup.

Tidak ingin kejadian tersebut terulang kembali, pengelola wisata Walini memperketat protokol kesehatan. Beberapa evaluasi dari pemerintah daerah diterapkan oleh pengelola.

"Alhamdulilah setelah kejadian kemarin viral di medsos, sampai kedatangan Bupati Bandung. Respons dari beliau kami terima antusias juga," ujar Kepala Unit Agrowisata Walini Ade Yuyun Rahayu, saat ditemui di lokasi wisata Walini, Senin (17/5/2021).

Pemerintah daerah menyoroti adanya kerumunan di dalam kolam rendam air panas Walini. Beberapa rekomendasi diberikan kepada pengelola, salah satunya meminta agar pengelola membentangkan tali pembatas setiap satu meter.

Batas tersebut diharapkan dapat memberi tanda kepada pengunjung agar tidak melewati batas berendam.

"Dengan kemarin viral, kami pun menyekat. Ini kan agar anak anak dari jalur satu ke jalur lain tidak bercampur," kata Ade.

"Selain itu, Bupati meminta agar kami berubah menjadi kolam rendam. Maka nanti mungkin akan dikotak-kotak," lanjutnya.

Selain itu, pihaknya pun membuat selembaran agar pengunjung yang berendam tidak lebih dari 30 menit. Selain itu, petugas Babinkamtibmas serta Babinsa sibuk memantau kondisi di dalam kolam.

"Itu salah satu upaya supaya tidak berkerumun. Tetapi ini juga diperlukan step by step," katanya.

Sesuai edaran dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan nomor 443.1/1076/Disparbud menyebutkan di antaranya;

1. Pelayanan pada pariwisata alam dibuka dengan pengetatan protokol kesehatan, kapasitas maksimal 50 persen dan jam operasional sampai pukul 16.00 WIB.

2. Pelayan pada usaha Akomodasi (Hotel, Penginapan dan lain - lain) dibuka dengan pengetatan protokol kesehatan.

3. Pelayan wisata Tirta (Kolam renang, Waterboom, dan lain - lain) ditutup sementara sampai dengan waktu yang akan ditentukan di kemudian hari.

4. Pengusaha makan dan minum (restoran, rumah makan dan lain lain) dibuka dengan pengetatan protokol kesehatan, kapasitas maksimal 50 persen dan jam operasional sampai pukul 21.00 WIB.

5. Kolam rendam air panas diperbolehkan buka dengan ketentuan:

a. kapasitas maksimal 50 persen
b. Jam operasional sampai dengan pukul 16.00 WIB
c. Menggunakan pembatas untuk menjaga terjadinya kerumunan di kolam
d. Mendapatkan rekomendasi dari Camat sebagai ketua Satgas COVID tingkat kecamatan

6. Apabila terjadi pelanggaran protokol kesehatan akan diberi sanksi sesuai ketentuan.

(mso/mso)