Kemenhub Siagakan 21 Pos Random Sampling Swab Antigen Bagi Pemudik

Yuda Febrian Silitonga, Sudirman Wamad - detikNews
Minggu, 16 Mei 2021 20:40 WIB
Kemenhub menyiagakan 21 pos random sampling swab antigen bagi pemudik
Kemenhub menyiagakan 21 pos random sampling swab antigen bagi pemudik (Foto: Yuda Febrian)
Karawang -

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) siapkan 21 pos Random Sampling Swab Antigen, bagi para pemudik arus balik sebagai antisipasi penyebaran Covid-19.

"Ada 21 pos yang berada di rest area untuk melakukan random sampling Swab antigen, dan juga jalan nasional, ada di Balonggandu, Lohbener, dan Disusukan Cirebon, kita harapkan bisa siaga sampai tanggal 24," kata Dirjen Perhubungan Darat, Kemenhub, Budi Setiyadi, saat mendampingin kunjungan dari Menko PMK Muhadjir Effendy, dan Menhub Budi Karya Sumadi, di Pos Balonggandu, Kecamatan Jatisari, Karawang, Minggu (16/5/2021).

Selain itu, ia juga mengakui telah menyiapkan kurang lebih 5000 swab tes antigen untuk penyediaan random sampling di seluruh pos.

"Kami telah mendapatkan bantuan tes antigen dari Satgas COVID-19 sekitar 3.500, Pemrov Jabar ada 1.000, dan juga ada dari Baznas ada 500, kami juga sudah berkoordinasi dengan ketua satgas, kalau kurang ditambah lagi," ujar Dedi.

Sementara itu, dari prediksi Kemenhub, arus balik akan berada di puncaknya tepat malam ini, Minggu (16/5).

"Saya pantau melalui helikopter, tadi siang masih sekitar kurang dari 50 persen, paling malam ini diprediksi puncaknya arus balik," kata Menhub Budi Karya Sumadi, saat kunjungannya di Posko Balonggandu.

Dijelaskannya, para pemudik yang balik diwajibkan memiliki surat keterangan terbebas dari COVID-19, jika memang belum punya, pihaknya sediakan tes secara gratis di posko.

"Jadi pemudik arus balik, harus benar-benar di-screening status kesehatannya, dan tentunya harus terbebas dari COVID, baru diperbolehkan pulang, jika memang belum bisa langsung ke posko untuk rapid tes antigen, gratis," ungkapnya.

Selain itu, ia juga mengusulkan ke semua Pemda untuk memberikan rapid tes antigen kepada para pemudik.

"Saya usulkan juga untuk Pemda berikan fasilitas rapid tes antigen kepada para pemudik, untuk mencegah penyebaran COVID-19 dari sejak di kampung halaman," tuturnya.

Terkait penanganan pengamanan arus balik, ia telah meminta kepada pihak kepolisian, untuk menambah perpanjangan Operasi Ketupat Lodaya hingga 24 Mei mendatang.

"Meski besok berakhirnya operasi ketupat, kami sudah berkoordinasi, dan meminta kepada Kapolri untuk memperpanjangnya hingga 24 Mei," tandasnya.

Di tempat sama, Menko PMK Muhadjir Effendy mengimbau untuk para pemudik agar memeriksa kondisi tubuhnya, agar pulang mudik sudah dinyatakan negatif dari Covid-19.

"Saya hanya mengimbau, para pemudik untuk cek kondisi kesehatannya, jangan sampai pulang membawa virus, dan bisa pulang kalau memang sudah dinyatakan negatif Covid-19," ujarnya.

Tidak berselang lama, kurang lebih satu jam, rombongan Kemenhub, dan Menko PMK lalu beranjak dari Pos Balonggandu, dan masih akan memantau arus mudik. Sementara itu, sempat antrian panjang terjadi saat para pemudik yang melalui Balonggandu dilakukan pemeriksaan antigen, hingga malam ini.