Bupati Bandung Ancam Tutup Total Objek Wisata yang Langgar Prokes

Muhammad Iqbal - detikNews
Minggu, 16 Mei 2021 14:46 WIB
Bupati Bandung ultimatum pengelola objek wisata yang langgar prokes
Bupati Bandung ultimatum pengelola objek wisata yang langgar prokes (Foto: Muhammad Iqbal)
Bandung -

Bupati Bandung Dadang Supriatna menekankan kepada semua pengelola wisata agar mematuhi protokol kesehatan yang ketat. Apabila kembali melanggar protokol kesehatan maka terpaksa akan ditutup total.

Sebelumnya, sebuah rekaman video kerumunan di salah satu objek wisata pemandian air panas Ciwidey ramai di media sosial. Pengunjung tidak menerapkan protokol kesehatan ketika berendam di kolam maupun lalu lalang di tepi kolam.

Kerumunan dalam video tersebut menjadi sorotan sejumlah pihak. Akibatnya, semua lokasi wisata di Ciwidey terpaksa harus ditutup sementara waktu.

Dadang mengatakan, apabila ada tempat wisata yang kembali melanggar protokol kesehatan maka akan ditutup total.

"Harus diperketat, dan bagi penyelenggara yang melanggar prokes (kembali) akan ditutup total," kata Dadang usai sidak di Kolam Pemandian Air Panas Walini, Kabupaten Bandung, Minggu (16/5/2021).

Di pihak lain, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat Dedi Taufik membenarkan pernyataan Bupati Bandung. Dedi menambahkan, adanya penekanan tersebut dimaksudkan agar menghindari terjadinya peningkatan kasus positif COVID-19.

Maka, pihaknya pun tidak akan tinggal diam apabila terjadi pelonggaran protokol kesehatan di lokasi wisata. Selain itu, ia pun akan kembali melakukan edukasi kepada pengelola wisata.

"Kita akan lakukan penekanan edukasi prokesnya, kalau sekarang sudah ada ketegasan dari pa bupati apabila melanggar prokes itu akan segera ditutup," kata Dedi.

Kemudian, Dedi mengatakan akan ada sejumlah tahapan apabila pengelola abai terhadap protokol kesehatan. Dari yang teringan yakni diberi teguran hingga yang terparah akan ditutup total.

"Untuk sementara ada tahapan sanksi, kita sekarang lakukan sidak, teguran tertulis, kalau tidak mengindahkan maka kami lakukan penutupan," tegasnya.

(mud/mud)