Balap Terong-Berburu Koin, Tradisi Anak Ciamis Rayakan Lebaran

Dadang Hermansyah - detikNews
Jumat, 14 Mei 2021 15:27 WIB
Libur Lebaran ala Anak-anak di Ciamis
Lomba balap terong. (Foto: Dadang Hermansyah/detikcom)
Ciamis -

Berbagai kegiatan dilakukan masyarakat saat mengisi waktu merayakan hari Raya Idul Fitri atau Lebaran. Sebagaimana dilakukan anak-anak di Desa Imbanagara Raya, Kecamatan Ciamis, Jawa Barat, yang mengisinya dengan berbagai lomba menarik, Jumat (14/5/2021).

Kegiatan lomba permainan tradisional ini digelar sekelompok pemuda tergabung Generasi Muda Rancatunjung (GMR) di Blok Rancatunjung, Desa Imbanagara Raya. Tujuannya untuk menghibur anak-anak agar tidak jenuh akibat pandemi COVID-19, sekaligus mengajak bocak bergerak, melatih ketangkasan, keseimbangan dan tidak kecanduan gawai.

Puluhan anak-anak terlihat ceria mengikuti berbagai perlombaan tersebut. Mulai lomba balap kelereng, memasukkan paku ke dalam botol, memasukkan benang ke jarum, balap terong, memukul 'kendi' (air dalam plastik) dan berburu koin (uang logam) yang menempel pada jeruk.

Tidak hanya diikuti oleh anak-anak, kalangan remaja, dewasa hingga emak-emak ikut ambil bagian dalam perlombaan tersebut. Selama kegiatan diwarnai kelucuan dan gelak tawa dari perilaku anak-anak yang terlihat susah payah mengikuti lomba. Hadiah yang disediakan panitia pun menarik, mulai dari tas sekolah, buku, alat tulis, sandal dan perlengkapan sekolah lainnya.

Libur Lebaran ala Anak-anak di CiamisSeorang bocah yang matanya ditutup kain mengikuti lomba memukul plastik berisi air. (Foto: Dadang Hermansyah/detikcom)

Uus Darus, panitia lomba, mengatakan kegiatan ini hanya diikuti oleh anak-anak setempat saja. Selain itu, panitia menerapkan protokol kesehatan selama perlombaan..

"Kegiatan ini sudah merupakan tradisi, setiap tahun dilaksanakan setelah Lebaran. Tapi untuk tahun ini digelar secara sederhana karena masih dalam kondisi pandemi COVID-19. Peserta anak-anak masih dari lingkungan di sini saja," ujar Uus.

Meski digelar sederhana, anak-anak sangat antuasisme. "Intinya untuk menghibur anak-anak di sini. Jadi anak-anak bisa bergerak, tidak hanya main handphone terus," kata Uus.

(bbn/bbn)