Ridwan Kamil Persilahkan Warga Silaturahmi, Asalkan...

Siti Fatimah - detikNews
Kamis, 13 Mei 2021 16:10 WIB
Ridwan Kamil mengizinkan warga silaturahmi asalkan protokol kesehatan ketat
Ridwan Kamil mengizinkan warga silaturahmi asalkan protokol kesehatan ketat (Foto: Dok Humas Pemprov Jabar)
Bandung -

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil merayakan Idul Fitri di Gedung Pakuan, Kota Bandung. Dia mengatakan, masyarakat dapat melaksanakan silaturahmi asalkan tetap menjalankan protokol kesehatan.

"Pada dasarnya karena suasana pandemi, jadi silaturahmi silakan tapi tetap dengan protokol kesehatan. Kalau ada kerumunan tolong dihindari karena selama lebaran kerumunan terjadi di tempat keramaian wisata dan lain-lain," kata Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil dalam keterangan tertulisnya, Kamis (13/5/2021).

Lebih lanjut, tradisi di saat lebaran seperti bersalaman-salaman dan saling mengunjungi keluarga pada Idul Fitri kini dapat diganti dengan silahturahmi secara daring, baik melalui video call maupun pesan singkat.

Jika masyarakat disiplin menerapkan protokol kesehatan, Dia optimistis lonjakan kasus COVID-19 saat Lebaran dapat dicegah. Ia pun berharap dengan ikhtiar bersama-sama dan pelaksanaan vaksinasi COVID-19, pandemi akan segera berlalu.

"InsyaAllah doakan lancar pengendalian COVID-19, lancar vaksinasi sehingga 2022 saya berdoa betul agar mudik bisa normal kembali, salat Idul Fiftri bisa normal kembali, dan tetap produktif kembali bekerja seperti sediakala setelah lebaran selesai," ujar Emil menambahkan.

Seperti diketahui, tahun ini merupakan tahun kedua pandemi. Menurutnya, yang terpenting saat ini warga Jabar harus mengutamakan kesehatan keluarga, baik di rumah dan kampung halaman.

"Ini tahun kedua kita menjalani Idul Fitri dalam suasana pandemi. Saya hanya mendoakan semoga semua lulus ujian di Bulan Ramadan yang lebih utama adalah ujian kesabaran," ucapnya.

Dia pun mengatakan, perihal larangan mudik dan pembatasan perjalanan, masyarakat perlu menyikapi dengan rasa sabar. "Kesabaran adalah hal penting dalam menghadapi kesusahan di masa pandemi. Yaitu kesabaran menghadapi larangan pembatasan mudik, juga pelaksanaan Idulfitri yang mungkin tidak nyaman, tapi itulah esensi ujian dan esensi latihan kesabaran," pungkasnya.

(mud/mud)