Warga Cirebon Sediakan Kopi Gratis Bagi Pemudik yang Melintasi Jalur Tikus

Sudirman Wamad - detikNews
Rabu, 12 Mei 2021 04:09 WIB
Jalur tikus di Cirebon
Foto: Jalur tikus di Cirebon (Sudirman Wawad/detikcom).
Cirebon -

Warga Desa Kaliwulu, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, menyediakan kopi gratis bagi pemudik yang melintas di jalur tikus. Warga membuat penunjuk arah sederhana untuk memudahkan pemudik melintas jalur tikus.

Lokasi jalur tikus itu berada di jalur Pantura yang mengarah ke Jateng, sekitar 100 meter sebelum pos penyekatan larangan mudik di Tugu Rotan atau Bundaran Weru, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon. Setelah masuk gang atau jalur tikus, pemudik akan menemukan penunjuk arah untuk keluar dan kembali ke jalur pantura. Jalur tersebut menghubungkan jalan Desa Kaliwulu dengan perempatan lampu merah Trusmi.

Selain penunjuk arah menuju ke jalur pantura tanpa melewati penyekatan, warta sekitar juga menyediakan kopi gratis bagi pemudik yang beristirahat. Pemudik bisa beristirahat sejenak di musala setempat. Warga sekitar mengaku urunan untuk menyediakan kopi gratis bagi pemudik.

"Ya dari warga sekitar, bukan dari pemudik. Kalau ada warga yang ngasih kami terima. Ini sudah berjalan dua hari," kata Nurohman (26), salah seorang warga yang menyediakan kopo gratis saat berbincang dengan detikcom, Selasa (11/5/2021).

Nurohman mengaku enggan meminta uang kepada pemudik yang melintas di kampungnya. Sebab, ia juga sempat merasakan susah dan capeknya mudik. Aksi kopi gratis untuk pemudik merupakan kepedulian warga.

"Ya ini rasa kemanusian terhadap teman-teman yang mudik. Kita hanya mengarahkan. Ada yang lanjut, ada juga yang beristirahat dulu di musala," katanya.

Sebelumnya, sejak Senin (10/5/2021), petugas gabungan mengubah pola penyekatan. Petugas memberlakukan sistem buka tutup di jalur arah Jateng. Kemudian, pengendara berpelat nomor polisi luar Cirebon yang menuju Jateng diarahkan ke area parkir salah satu supermarket di lokasi pos penyekatan. Setelah puluhan pengendara dari arah Jakarta itu terkumpul, mereka diarahkan untuk putar balik menuju Jakarta. Kemudian, petugas membuka jalur Jateng untuk mengarahkan pengendara berpelat nomor polisi Cirebon melanjutkan perjalanannya.

Petugas gabungan tersebar di tiga titik dalam pola penyekatan tersebut. Pertama, petugas berjaga di jalur Pantura Cirebon. Titik kedua berada di area parkir supermarket. Ketiga adalah petugas yang berjaga di jalur arah Jakarta atau Indramayu. Tujuannya untuk memastikan pengendara kembali ke arah Jakarta.

Kapolresta Cirebon Kombes Pol M Syahduddi mengatakan perubahan pola penyekatan itu dilakukan karena adanya rombongan pemudik yang berhasil lolos dari hadangan petugas, yang terjadi di beberapa daerah. "Kita mengacu seperti yang di Bekasi dan Karawang, di mana jumlah personel yang melakukan penyekatan tak sebanding. Sampai dengan saat ini cukup efektif," kata Syahduddi kepada awak media.

Imbasnya sejumlah pemudik yang melintas di jalur pantura Cirebon memilih jalur tikus. Salah satunya di Desa Kaliwulu, Kecamatan Weru.

(mso/mso)