Geliat Kampung Ketupat di Kuningan Banjir Pesanan Jelang Lebaran

Bima Bagaskara - detikNews
Selasa, 11 Mei 2021 13:04 WIB
Perajin ketupa di Kuningan
Foto: Perajin ketupa di Kuningan (Bima Bagaskara/detikcom).
Kuningan -

Aktivitas warga perajin ketupat di Desa Karangmangu, Kecamatan Kramatmulya, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat mulai menggeliat jelang Lebaran. Meningkatnya pesanan ketupat membuat warga di desa ini sibuk sejak beberapa hari terakhir.

Desa Karangmangu memang sudah bertahun-tahun menjadi sentra pembuatan ketupat di Kabupaten Kuningan. Momen Lebaran seperti saat ini membawa berkah tersendiri bagi para perajinnya.

Jika di hari biasanya warga hanya mampu membuat sekitar 5 ribu ketupat saja perharinya, namun menjelang Lebaran ini pembuatan ketupat meningkat hingga dua kali lipat.

"Banyak yang pesan, kalau hari biasa paling banyak bikin 5 ribu ketupat, tapi sekarang mau lebaran bisa 10 sampai 12 ribu ketupat," kata Nining salah seorang perajin ketupat saat diwawancarai, Selasa (11/5/2021).

Menurut Nining sudah bertahun-tahun warga Desa Karangmangu menjadi perajin ketupat. Terlebih pada saat menjelang Lebaran jumlah perajin ketupat semakin banyak seiring meningkatnya pesanan.

"Sudah tradisi emang dari dulu. Sekarang makin banyak yang ikut bikin ketupat karena banyak juga yang pesan. Yang bikin ketupat ada belasan orang lah," imbuhnya.

Meski di tengah masa pandemi COVID-19 namun permintaan ketupat jelang Lebaran tidak pernah sepi tiap tahunnya. Ketupat yang dibuat warga Desa Karangmangu ini biasanya dijual ke pasar maupun ke pemesan langsung yang berasal dari berbagai daerah.

"Dijual ke pasar, ke orang sekitar desa. Ada juga yang pesan dari luar daerah kaya Cirebon ke sini, tapi itu kalau yang sudah kenal sih," ungkap Ajay perajin ketupat lainnya.

Selain itu kebutuhan akan bahan baku ketupat yakni beras juga ikut bertambah. Jika biasanya per hari beras yang dibutuhkan hanya sekitar 80 kilogram, namun saat ini warga membutuhkan beras hingga 5 kwintal.

"Kalau hari biasa sekitar 80 kilogram, kalau mau Lebaran 5 kwintal perhari. Pesanan sendiri mulai banyak sejak minggu kemarin, sampai nanti Lebaran juga masih ada yang pesan," ujarnya.

Ketupat buatan warga Karangmangu sendiri dijual seharga Rp 15 ribu per ikat yang berisikan 10 buah. Harga itu tentunya ikut naik jelang lebaran ini.

"Satu ikat sekarang dijual Rp 15 ribu, tadinya mah cuma Rp 10 ribu. Satu ikatnya isi 10 ketupat. Alhamdulillah masa pandemi ini tidak begitu berdampak, masih banyak yang pesan," ujarnya.

(mso/mso)