Buron Teroris Yusuf Iskandar Ditangkap Saat Berobat ke Paranormal

Syahdan Alamsyah - detikNews
Jumat, 07 Mei 2021 19:03 WIB
Sukabumi -

Yusuf Iskandar alias Jerry ditangkap tim Densus 88 saat berada di Desa Cimerang, Kecamatan Purabaya, Kabupaten Sukabumi, Kamis (6/5) kemarin. Buronan kasus terorisme itu diketahui sempat menginap satu malam di rumah seorang paranormal di daerah tersebut.

Kapolres Sukabumi AKBP Lukman Syarif membenarkan soal penangkapan buronan teroris tersebut. Pihaknya memonitor proses penangkapan Yusuf.

"Penangkapan oleh tim Densus 88 Anti Teror, sekitar pukul 11.00 WIB (Kamis kemarin), identitas pelaku bernama Yusuf Iskandar alias Jerry. Penangkapan itu hasil pengembangan tim Densus 88 AT Mabes Polri yang diduga telah membawa dan menyiapkan satu buah bom rakitan yang sudah jadi," ujar Lukman.

Sod (40), warga setempat, membenarkan penangkapan Yusuf oleh polisi. Ia mengaku tidak mengenal pria yang datang dan menginap di rumahnya, Rabu (5/5) sore. Yusuf sempat diantar warga dari kampung sebelah untuk berobat.

"Saya enggak tahu latar belakangnya apa, dia siapa. Hanya memang datang untuk berobat diri, hanya ritual berdoa. Besoknya (Kamis), ada penangkapan," ucap Sod.

Usai kejadian tersebut, Sod memilih untuk menyeleksi tamu yang datang ke rumahnya. Paranormal itu mengaku kapok pascakejadian tersebut.

"Akan lebuh ketat, dibuat pengalaman saja. Enggak sembarangan lagi orang (bertamu)," ucap Sod.

Sekadar diketahui, Yusuf merupakan DPO bom kelompok eks FPI. Yusuf disebut sebagai ketua tim pengamanan Petamburan. Yusuf juga dikatakan merencanakan dan membuat bom di rumah Husein Hasni, eks anggota Front Pembela Islam (FPI) yang ditangkap Densus 88 di Condet, Jakarta Timur (Jaktim).

Acim, Ketua RT 2 RW 8 membenarkan penangkapan teroris Jerry di kediaman Sod. Menurutnya ada empat petugas yang salah satunya mengaku dari Polres Sukabumi.

"Saya sebagai aparat setempat jadi saksi penangkapan tersebut, kejadian jam 11 siang. Tidak pakai seragam lengkap, ketika ditanya, katanya dari Polres Sukabumi gabungan. Ada penangkapan, tahunya gabungan dengan Densus. Sempat kaget, nggak ada perlawanan langsung diseret keluar lalu dinaikkan ke mobil," tutur Acim.

(sya/bbn)