Melihat Ruang Isolasi COVID-19 Desa di Ciamis untuk Pemudik

Dadang Hermansyah - detikNews
Rabu, 05 Mei 2021 15:54 WIB
Ciamis -

Pemkab Ciamis telah mengeluarkan edaran kepada setiap kecamatan dan desa agar menyiapkan ruang isolasi COVID-19 untuk pemudik yang terlanjur pulang ke daerahnya.

Hampir setiap desa kini telah menyiapkan ruang isolasi COVID-19 berikut fasilitas dan protokol kesehatan. Salah satunya di Desa Imbanagara Raya, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Pemerintah Desa Imbanagara Raya menggunakan bangunan eks BP3 yang sudah tidak digunakan disulap menjadi ruang isolasi. Disediakan fasilitas cuci tangan di depan pintu masuk dan di ruangan. Memiliki kapasitas 6-10 orang secara situasional.

Ruang isolasi ini juga dilengkapi dengan kasur busa dan satu buah bantal. Terdapat juga beberapa toilet dan mushala serta cukup jauh dari permukiman warga. Sehingga lokasi ini sangat pas menjadi tempat isolasi bagi pasien COVID-19.

Ruang isolasi untuk pemudik di desa Ciamis.Ruang isolasi untuk pemudik di desa Ciamis. Foto: Dadang Hermansyah

Pemerintah Desa Imbanagara Raya bekerjasama dengan Puskesmas setempat untuk menyiapkan tenaga perawat apabila ruang isolasi ini diisi.

Perangkat Desa Imbanagara Raya Dede Misbah mengatakan ruang isolasi ini sudah ada sejak ada instruksi Bupati Ciamis ketika PPKM Mikro dilaksanakan. Sejauh ini ruang isolasi ini belum pernah digunakan.

"Sampai saat ini belum digunakan karena memang pasien COVID-19 tidak signifikan dan umumnya tidak bergejala sehingga melakukan isolasi mandiri," ungkapnya, Rabu (5/5/2021).

Sementara itu, Kepala Desa Imbanagara Raya Tarwan Ruhiawan mengatakan untuk mengantisipasi pemudik yang sudah terlanjur datang pihaknya telah menginstruksikan Kepala Dusun dan RT/RW untuk melakukan pemantauan.

"Ketika ada pendatang dari luar daerah yang mudik, baik itu orang tua, keluarga atau kerabat akan kami tanya hasil tes COVID-19," katanya.

Namun apabila tidak memiliki surat tes COVID-19 akan diarahkan untuk diperiksa di Puskesmas terkait kondisinya. Apabila dinyatakan sehat maka diarahkan isolasi di rumahnya. Namun apabila menunjukan gejala COVID-19 maka akan dilakukan isolasi di ruang isolasi desa yang telah disiapkan.

Sebelumnya, Bupati Ciamis Herdiat Sunarya meminta Pemerintah Desa untuk meningkatkan pengawasan dan memberdayakan lagi Posko Covid-19. Petugas desa hingga RT/RW melakukan penelusuran terhadap warga yang datang atau mudik.

"Kita akui terlalu banyak jalan tikus masuk ke ciamis, kalaupun kita laksanakan secara ketat besar ke mungkinan masih ada pemudik yang masuk Ciamis. Sehingga kita harapkan tingkat desa, RT/RW agar meningkatkan pengawasan," ungkap Herdiat.

Masyarakat juga harus lebih proaktif melaporkan bila mana ada keluarganya yang datang dari luar kota. Agar melaporkan hasil tes Covid-19 seperti Swab PCR ataupun Rapid antigen.

"Tingkat desa sudah mempunyai tempat isolasi khusus warga yang positifCovid-19. Bila ada yang terkonfirmasi positif bisa langsung isolasi," tegasnya.