Bandung Barat-Tasik Zona Merah, Ridwan Kamil Minta Tempat Wisata Tutup

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Rabu, 05 Mei 2021 11:45 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bertemu Menteri ESDM Arifin Tasrif
Ridwan Kamil (Foto: Yudha Maulana/detikcom)
Bandung -

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta destinasi wisata di Jabar yang masuk ke wilayah zona merah ditutup. Ada dua daerah di Jabar yang masuk kategori zona merah yaitu Kabupaten Bandung Barat dan Kota Tasikmalaya.

"Jawa Barat juga selalu melihat setiap ada menjelang libur panjang kenaikan kasus pasti naik. Sehingga per hari ini ada kenaikan seluruh Indonesia itu 2 persen. Dulu tahun lalu kenaikan di atas 90 persen. Makanya dengan berat hati saya sampaikan, di hari ini, di minggu ini ada dua zona merah datang lagi ke Jawa Barat satu KBB dan satu lagi kota Tasikmalaya," ujar Kang Emil sapaannya usia apel gabungan di Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Rabu (5/5/2021).

Menurut Emil, sesuai arahan Kapolri, untuk destinasi wisata di zona merah diarahkan untuk ditutup. Pihaknya pun sudah berkomunikasi dengan kepala daerah di Kabupaten Bandung Barat dan Kota Tasikmalaya untuk mensosialisasikan arahan tersebut.

"Sesuai arahan Kapolri yang zona merah khususnya itu pariwisata akan ditutup. Jadi saya titip ke Pak Kapolda, kepada yang masuk zona merah agar tidak ada lagi destinasi pariwisata dan disosialisasikan kepada masyarakat. Saya sudah menyampaikan juga kepada Bupati, kepala daerah terkait, kira-kira begitu," tuturnya.

Sementara itu disinggung untuk destinasi wisata di zona oranye, Emil mengatakan pihaknya akan berkonsultasi terlebih dahulu. Namun, sesuai arahan di rekomendasikan juga ditutup.

"Zona oranye akan di konsultasikan, memang arahannya juga tidak. Tapi yang terpantau secara tegas zona merah," kata dia.

Sebelumnya, Dua daerah di Jawa Barat masuk ke dalam zona dengan risiko penularan COVID-19 yang tinggi atau zona merah. Berdasarkan laporan dari situs covid19.go.id, dua daerah itu yakni Kabupaten Bandung Barat dan Kota Tasikmalaya.

Sekadar diketahui sejak pertengahan Maret lalu, Jabar nihil zona merah. Kendati begitu, pergeseran zona hijau (resiko penularan COVID-19 rendah) dan zona kuning (resiko penularan COVID-19 sedang) hilir mudik berganti selama hampir delapan pekan.

Berdasarkan data yang dilansir dari pik.bandungbaratkab.go.id, total kasus terkonfirmasi positif COVID-19 sebanyak 6.224 kasus. Saat ini terdapat 615 pasien aktif yang masih dirawat atau menjalani isolasi, 5.532 orang dinyatakan sembuh dan 77 orang meninggal dunia.

Kasus COVID-19 di Bandung Barat paling banyak di kecamatan Lembang (total 1.154 kasus), Ngamprah (total 941 kasus) dan Padalarang (total 649 kasus). Sedangkan di Kota Tasikmalaya dari laman Pikobar tercatat ada 5.655 total kasus terkonfirmasi COVID-19. 1.119 orang di antaranya masih menjalani isolasi, 4.350 orang telah sembuh dan 32 orang meninggal dunia.

Lihat juga Video: Satgas Covid-19 Larang Warga di Zona Merah-Oranye Salat Id di Masjid

[Gambas:Video 20detik]



(dir/mud)