Round-Up

Bandung Barat Zona Merah, Tempat Wisata Tetap Buka Saat Lebaran?

Siti Fatimah - detikNews
Rabu, 05 Mei 2021 04:15 WIB
Poster
Ilustrasi (Foto: Edi Wahyono)
Bandung Barat -

Kabupaten Bandung Barat (KBB) per 4 Mei 2021 masuk dalam kategori wilayah kewaspadaan zona merah COVID-19 di Jawa Barat. Apakah destinasi wisata tetap dibuka?

Berdasarkan data yang dikutip dari pik.bandungbaratkab.go.id, total kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di KBB sebanyak 6.224 kasus. 615 pasien aktif saat ini masih dalam perawatan atau menjalani isolasi, sedangkan 5.532 orang dinyatakan sembuh dan 77 orang meninggal dunia.

Lembang menjadi kecamatan yang paling mendominasi kasus COVID-19 di KBB. Secara total tercatat ada 1.154 kasus di Lembang. Kemudian disusul kecamatan Ngamprah dengan total 941 kasus dan kecamatan Padalarang dengan 649 kasus.

Kawasan Lembang sendiri menjadi kawasan termahsyur dengan objek wisatanya. Lantas akankah tempat wisata di Lembang tetap buka saat musim libur lebaran?

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat sebelumnya telah memutuskan bahwa objek wisata di Kabupaten Bandung Barat terutama kawasan Lembang akan tetap buka selama libur lebaran atau larangan mudik.

Namun Plt Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan mengambil sikap bahwa wisatawan yang boleh berkunjung hanya warga Bandung Barat.

"Kita melarang wisatawan dari luar Bandung Barat datang selama larangan mudik," ungkap Hengky saat ditemui di ruang kerjanya di Pemkab Bandung Barat, Jumat (30/4/2021).

Dia mengatakan, larangan kunjungan bagi wisatawan dari luar Bandung Barat itu berlaku selama ada kebijakan pelarangan mudik lebaran tahun ini dari tanggal 6 sampai 17 Mei 2021, sesuai dengan Addendum Surat Edaran Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Nomor 13 Tahun 2021.

Kemudian, kata dia, dibukanya objek wisata di Bandung Barat itu termasuk dalam upaya pemulihan ekonomi lokal. "Tempat wisata memang tetap buka, tapi bukan berarti untuk pengunjung daerah lain dibolehkan. Hanya untuk menampung warga Bandung Barat yang tidak mudik," bebernya.

Meski tetap dibuka pihaknya sudah menekankan kepada pelaku objek wisata untuk tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Pihaknya tidak ingin kasus COVID-19 di KBB terjadi seperti kasus COVID-19 di India.

"Saya meminta pelaku wisata itu untuk lebih ketat dan tegas untuk protokol kesehatannya," kata Hengky.

Sementara itu, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan KBB pun telah mengeluarkan surat imbauan bagi pelaku usaha sektor industri pariwisata. Surat imbauan tersebut diteken pada 3 Mei 2021 oleh Kepala Disparbud KBB Heri Partomo.

"Kabupaten Bandung Barat memiliki berbagai sumber daya sebagai daya tarik ikonik yang dapat membawanya ke panggung dunia kepariwisataan, namun dengan terjadinya wabah virus COVID-19 ini sangat berdampak bagi sektor industri pariwisata di KBB," kata Heri dalam surat imbauan tersebut yang diterima detikcom, Selasa (4/5/2021).

Oleh sebab itu, pihaknya mengimbau kepada para pelaku usaha sektor industri pariwisata untuk memperketat penerapan protokol kesehatan dengan mensosialisasikan 3M (memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak).

"Penerapan Cleanliness Health Safety dan Environment Sustainability (CHSE), membatasi kapasitas pengunjung dan membatasi jam operasional sesuai level kewaspadaan daerah," pungkasnya.

(mud/mud)