Lumpuh Gegara Idap GBS, Guru Susan Dapat Bantuan Jokowi

Syahdan Alamsyah - detikNews
Selasa, 04 Mei 2021 20:33 WIB
Sukabumi -

Kisah Susan Antela (31) Guru SMAN 1 Cisolok, Kabupaten Sukabumi yang mengalami kelumpuhan dan kehilangan karena mengidap sindrom langka Guillain Barre Syndrome (GBS) sampai ke telinga Presiden RI Joko Widodo.

Melalui staf kepresidenan, bantuan dari Presiden Jokowi tersebut diantarkan oleh Kapolres Sukabumi AKBP Lukman Syarif hari ini ke kediaman Susan di Kampung Pasir Talaga, Desa Cicadas, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi.

"Saat ini saya dengan rekan-rekan, Danramil, Kapolsek, Camat Cisolok, Dinkes, saya ditugaskan oleh staf kepresidenan untuk mengawal dan mengantarkan bantuan dari Bapak Presiden Joko Widodo untuk ibu Susan sebagai guru honorer yang mengalami gangguan medis," kata Lukman, Selasa (4/5/2021).

Lukman juga sempat berbincang dengan Susan dan menanyakan perlembangan kesehatannya.

"Alhamdulillah tadi dapat informasi kondisinya sudah membaik ada perkembangan positif. Alhamdulillah dapat perhatian dari bapak Presiden mudah-mudahan bantuan ini berguna untuk ibu Susan dan kondisinya segera dipulihkan," jelas Lukman.

Mendapat perhatian dari Presiden, Susan mengaku bersyukur bantuan itu dikatakan Susan memberikan semangat untuknya segera pulih.

"Alhamdulillah senang, ada perhatian dari pak presiden jadi lebih semangat lagi untuk sembuh. Terimakasih pak presiden, pak kapolres yang sudah menyampaikan bantuan ini," tutur Susan, tidak seperti saat pertama kondisi bicara Susan saat ini jauh lebih baik.

Susan mengaku kondisi kesehatannya saat ini jauh membaik. Ia juga kerap dibantu terapi oleh sang adik untuk kekuatan tangan dan kakinya.

"Semangat terus apa yang dokter sarankan dilakukan, mulai patuh obat, di rumah sedikit-sedikit terapi dibantu sama adik waktu di RS ditemani adik. Perbedaan kalau awal penglihatan agak buram dan gelap, sekarang bisa melihat cahaya walau deskripsi bentuk masih belum jelas, kalau enggak dengar suara ya enggak tahu. Tangan enggak kaku lagi meskipun belum bertenaga," pungkasnya.

(sya/mud)