Kata Tetangga di Majalengka soal Sosok Nani Aprilliani Pengirim Takjil Sianida

Bima Bagaskara - detikNews
Selasa, 04 Mei 2021 14:38 WIB
Nani Aprilliani Nurjaman, pegirim takjil beracun di Bantul
Foto: Nani Aprilliani Nurjaman (PIUS ERLANGGA/detikcom).
Majalengka -

Nani Aprilliani Nurjaman (25) pengirim takjil beracun sianida di Bantul, DIY yang menewaskan Naba Faiz Prasetya (10) anak seorang driver ojek online (ojol) terancam hukuman mati. Menurut polisi Nani terbukti telah merencanakan aksinya tersebut.

Nani diketahui merupakan warga Kecamatan Palasah, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat yang sudah lama berdomisili di Yogyakarta.

Di rumahnya itu tinggal ayah kandung Nina bernama Maman (40) beserta ibu dan dua orang adik tirinya. Dilihat detikcom pada Selasa (4/5/2021), rumah Nani di Kabupaten Majalengka tampak sepi. Kedua orang tuanya diketahui sedang tidak berada di tempat.

"Iya lagi keluar katanya sih ke Cirebon. Tadi sekitar jam 10 berangkatnya," ucap Opan Supandi (43) salah seorang tetangga Nani.

Saat ditanya, Opan mengaku mengenal sosok Nani. Kata Opan, Nani merupakan gadis yang baik dan sering bergaul disaat pulang ke kampungnya itu. Bahkan ia tak percaya jika Nani telah melakukan perbuatan keji dengan mengirim takjil beracun itu.

"Nani itu baik orangnya kalau dia pulang dari sana (Yogyakarta) suka ngasih uang ngasih jajan sama anak-anak di sini. Makanya kami warga di sini enggak menyangka banget orang sebaik Nani bisa berbuat gitu," ungkap Opan.

Menurutnya Nani terakhir kali pulang ke Desa Buniwangi pada Lebaran tahun lalu. Warga sekitar mengetahui Nani bekerja di Yogyakarta sejak lulus dari bangku SMP.

"Dia emang dari lulus SMP langsung ikut saudaranya di Yogya. Kalau pulang biasanya pas Lebaran, kalau enggak salah Lebaran tahun kemarin pulang juga seingat saya," ucapnya.

Sementara itu Johari (60) Ketua RT 03 RW 03 Dusun Sukaasih, Desa Buniwangi mengaku sangat terkejut mendengar kabar Nani adalah pelaku yang mengirim takjil sianida itu.

Kata Johari dirinya melihat rumah Maman, orang tua Nani ramai didatangi petugas kepolisian dan pemerintahan desa pada Senin (3/5/2021) sore kemarin.

"Kemarin saya datang dari sawah jam 3 sore itu di rumahnya Pak Maman ramai ada orang-orang dari desa, ada dari polisi juga. Pas saya tanya ternyata mereka lagi ngasih kabar bahwa Nani ditangkap polisi di Yogya," jelas Johari.

Johari sendiri juga mengenal Nani sejak masih sekolah dulu. Namun Ia tidak mengetahui persis kasus apa yang membuat Nani ditangkap polisi. Bahkan kata dia, saat mendengar kabar anaknya ditangkap Maman langsung syok dan menangis.

"Nani itu suka bergaul kalau pulang. Kadang kalau bawa oleh-oleh suka dikasih ke tetangga, ke yang main di rumahnya. Makanya kami di kampung tidak menyangka. Kadang-kadang hati orang memang enggak bisa ditebak," ucapnya.

"Dia (Maman) langsung syok banget kemarin pas dikasih kabar soal anaknya. Sekarang belum tau dia mau coba ke Yogya atau gimana, mau nenangin diri dulu katanya," ujar Johari.

Lihat Video: Jerat Pasal Pembunuhan Berencana untuk Nani Peracik Takjil Sianida

[Gambas:Video 20detik]



(mso/mso)