Kantor Kesehatan Pelabuhan Bandung Banyak Temukan Surat Bebas Corona Palsu

Siti Fatimah - detikNews
Senin, 03 Mei 2021 19:13 WIB
Poster
Ilustrasi (Foto: Edi Wahyono)
Bandung -

Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Bandung mengungkapkan kendala transportasi penerbangan selama pandemi COVID-19 yakni banyaknya penemuan surat bebas COVID-19 yang palsu atau keliru.

Hal tersebut diungkapkan Koordinator Pos Instasi KKP Kelas II Bandung dr. Elly Farida dalam Talkshow bertajuk 'Perjalanan Udara di Masa Pandemi'.

"Kendala yang kami rasakan mungkin masyarakat disulitkan dengan regulasi, bukan berarti kita mempersulit tapi membatasi. Kita harus memeriksa dokumen, kendala yang paling kami rasakan banyak dokumen palsu," kata Elly di Bandara Husein, Kota Bandung, Senin (3/5/2021).

Lebih lanjut, perihal persyaratan kelengkapan dokumen yang dimaksud ialah mengenai bebas COVID-19. Pihaknya menyebut, banyak dokumen yang tidak menyertakan tanda tangan dokter penanggung jawab, stempel, hingga alamat klinik.

"Sejauh ini yang kami dapatkan, artinya kita tidak mengatakan secara langsung kalau itu palsu tapi memang tidak valid. Jadi dari hasil laboratorium yang kami dapatkan itu tidak tertera tanda tangan dokter penanggung jawab, tidak ada alamat klinik," ujarnya.

Ditambah, kata dia, trend tes Rapid Antigen mobile pun membuatnya kesulitan untuk mengecek validasi dokumen bebas COVID-19. "Jadi mereka peruntukkannya ya sasarannya orang-orang yang melakukan perjalanan jadi di situ tidak ada tanda tangan, alamat dan sampel kliniknya. Mereka bisa saja di pelataran mal dan simpang-simpang tertentu. Jadi kita tidak yakin," kata Elly menambahkan.

Tahapan validasi tersebut untuk meyakinkan calon penumpang dan pihak Bandara agar perjalanan transportasi udara dalam kondisi aman dan sehat. Saat ditemukan dokumen palsu yang tidak sesuai dengan format maka pihaknya akan melakukan validasi ulang.

"Kita tidak ada angka pasti tapi tidak sampai puluhan, karena kita belum mendata jumlahnya berapa memang beberapa nama laboratorium kalo terjadi lagi kita tandai dan kita hubungi dokter penanggung jawab. Kalo penumpang bilang yang melakukan di sini dan kita search sendiri kalo dia melakukan tes dan kita minta dokternya melakukan perubahan format dokumen," jelas Elly.

Executive General Manager Bandara Husein Sastranegara R Iwan Winaya Mahdar menambahkan, ketika ditemukan calon penumpang yang menggunakan dokumen palsu tidak serta merta dilarang melakukan perjalanan.

Pihaknya akan mengajukan untuk melakukan tes ulang melalui layanan yang tersedia di Bandara. "Bukan berarti penumpang itu tidak boleh berangkat ya, artinya ketika tidak valid dan ada keraguan kita menyampaikan pilihan kepada penumpang tersebut untuk tes lagi supaya lebih memastikan bahwa penumpang yang berangkat ini mendapatkan hasil yang valid," kata Iwan.

Dia pun menegaskan, tes bebas COVID-19 dapat dilakukan di fasilitas kesehatan manapun. "Bukan berarti penumpang enggak boleh. Jadi silahkan melakukan Rapid lagi. Boleh di bandara dan di luar, yang penting keyakinan dokter di bandara bahwa hasil itu valid," pungkasnya.

(mud/mud)