Mudik Dilarang, Kendaraan di Tol Tangerang-Merak Diprediksi Turun 12 Persen

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Senin, 03 Mei 2021 19:00 WIB
ASTRA Infra Toll Road sebagai pengelola jalan tol Tangerang-Merak sepanjang 72,45 Km terus berupaya memberikan pelayanan terbaiknya. Seperti apa?
Foto: Tol Tangerang-Merak (dok. detikcom).
Serang -

Pengelola Tol Tangerang-Merak memprediksi ada penurunan arus kendaraan yang melintas saat pelarangan mudik pada 6-17 Mei. Diprediksi penurunan hingga 12 persen dibandingkan hari biasa.

"Bahwa average 150 ribu di masa normal, dalam masa 10 hari sebelum Lebaran, diprediksi ada penurunan akibat dari imbauan tidak mudik pemerintah. Kami memprediksi lalu lintas 130 ribu atau berkurang 12 persen dari rata-rata normal," kata Direktur Teknik dan Operasi Astra Infra Toll Road Tangerang-Merak Adhi Resza kepada wartawan secara daring di Serang, Senin (3/5/2021).

Penyekatan di sepanjang tol akan dibantu oleh Polda Metro Jaya dan Polda Banten. Pertama, di gerbang Tol Cikupa 1 oleh Polda Metro dan Cikupa 2 oleh Polda Banten.

Kemudian, di pintu Tol Merak Polda Banten akan menyekat untuk keluar kendaraan. Selain itu, ada pos pengamanan di semua gerbang tol sepanjang Tangerang-Merak oleh seluruh polisi di wilayah masing-masing.

Adhi menjelaskan, pada Jumat (30/4) hingga Minggu (2/5), pengelola tol menemukan kenaikan pengendara dibanding hari-hari biasa. Kenaikan ini sejalan dengan data dari ASDP bahwa ada kenaikan penumpang di Pelabuhan Merak di waktu itu yang melakukan mudik.

"Ada sedikit kenaikan di Jumat, Sabtu, Minggu kemarin itu, cukup signifikan peningkatan traffic kita 130-131 ribu. Dan ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata traffic di periode biasa," jelasnya.

Pemprov Banten sendiri telah melarang warga yang di daerah aglomerasi Jabodetabek melakukan mudik ke Serang Raya, Pandeglang, Lebak dan Kota Cilegon. Selain itu, wisata lokal di daerah itu juga hanya untuk warga lokal.

"Nggak boleh, Jabodetabek nggak boleh ke Serang, orang Serang nggak boleh ke Jabodetabek," kata Gubernur Banten Wahidin Halim.

(bri/mso)