Ada Kasus Guru Susan, Komda KIPI Jabar Pastikan Vaksin COVID-19 Aman

Yudha Maulana - detikNews
Senin, 03 Mei 2021 17:21 WIB
Susan, guru honorer di Sukabumi alami kelumpuhan usai menjalani vaksinasi COVID-19.
Guru Susan (Foto: Syahdan Alamsyah)
Bandung -

Komda KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) Jawa Barat memastikan bahwa vaksinasi COVID-19 tetap aman diberikan kepada masyarakat. Pasalnya, KIPI yang serius sangat langka terjadi dengan presentase sekitar 1 : 1 juta.

Ketua Komda KIPI Jabar Kusnandi Rusmil mengatakan, KIPI bisa terjadi akibat vaksin atau bukan vaksin. Menurutnya merupakan reaksi yang wajar jika seseorang mengalami panas badan, nyeri di tempat suntikan, bengkak atau demam setelah divaksinasi.

"Kalau yang bukan karena vaksin misal contohnya salah suntik, ketukar, itu yang harus dicegah. Jadi selama ini kita belum ketemu KIPI akibat salah suntik, kebanyakan itu reaksi individu yang terjadi," kata Kusnandi dalam jumpa pers virtual Komda KIPI Jabar, Senin (3/5/2021).

Kusnandi mengatakan dalam audit KIPI yang dilakukan Komda KIPI Jabar, belum ada kasus serius yang berhubungan dengan vaksin secara langsung. Termasuk kasus kelumpuhan dan keburaman penglihatan yang menimpa guru Susan Antela (31) di Sukabumi.

Berdasarkan laporan dari kabupaten/kota, sejak vaksinasi pertama pada 14 Januari lalu tedapat 107 laporan KIPI ringan dan 36 kasus KIPI berat. Walau demikian, belum ada kasus KIPI berat yang disebabkan langsung oleh vaksin COVID-19.

"Sebetulnya vaksin itu aman, dari satu juta hanya satu (KIPI berat). Jadi kalau kita diimunisai itu kita masih mungkin ada rekasi alergi dari ringan sampai berat. Yang berat itu (presentasenya) yang berat itu satu kasus dalam satu juta, tetapi keuntungannya itu lebih banyak," katanya.

"Misal ada satu kasus dari satu juta, yang 999.999 orang bisa diselamatkan (dari pandemi), sedangkan yang satu orang (mengalami KIPI berat) itu masih bisa kita selamatkan juga," kata Kusnandi menambahkan.

Anggota Komda KIPI Jabar Rodman Tarigan mengatakan, sejauh ini KIPI berat yang dilaporkan seperti diare dan muntah-muntah. Namun, setelah mendapatkan perawatan gejala itu muncul akibat faktor kecemasan.

"Setelah ditelusuri itu karena kecemasan sebelum diimunisasi, mereka sudah ketakutan karena mendengar berita-berita hoaks tentang covid. Ketika disuntik takut, akhirnya mereka mual-mual, ada yang sampai pingsan, setelah dirawat mereka sehat kembali," kata Rodman.

(yum/mud)