Polisi Gulung 9 Pengedar Sabu di Bandung

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Senin, 03 Mei 2021 12:39 WIB
Pengedar Sabu di Bandung
Polisi tangkap sembilan pengedar sabu di Bandung. (Foto: Dony Indra Ramadhan/detikcom)
Bandung -

Sembilan orang pengedar narkotik di Kota Bandung dibekuk aparat kepolisian. Mereka terbukti mengedarkan sabu sebanyak setengah kilogram lebih.

Kesembilan orang itu ditangkap di tempat-tempat dan waktu berbeda dalam kurun waktu kurang dari sepekan atau dari tanggal 24 hingga 30 April 2021 lalu. Mereka ditangkap tim Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Bandung yang dipimpin oleh Kasat Narkoba AKBP Ricky Hendarysah.

"Jadi kita berhasil mengungkap sembilan kasus dan sembilan tersangka dengan jumlah barang bukti narkotik jenis sabu 640 gram artinya setengah kilo lebih," ujar Ricky melalui Wakil Kepala Satuan Narkoba Polrestabes Bandung Kompol Nyoma Yudhana di Markas Satuan Narkoba Polrestabes Bandung, Jalan Sukajadi, Kota Bandung, Senin (3/5/2021).

Kesembilan tersangka ini yaitu JR (31), IG (40), HSL (40), IR (31), FA (19), RG (45), AR (26), AT (43) dan DR (41). Mereka ditangkap di tempat berbeda mulai dari indekos, rumah dan tempat lain.

Dia menuturkan kesembilan tersangka tersebut diketahui merupakan pengedar. Modus yang dilakukan beragam dengan rata-rata pengedaran melalui modus tempel.

"Pada umumnya mereka melakukan (transaksi) dengan media sosial, baik melalui WhatsApp, untuk mengedarkan. Kemudian, sistemnya ditempel sesuai kemauan mereka dan nanti mereka kendalikan. Setelah dikendalikan, diberikan kepada kurir-kurirnya untuk dilakukan pengambilan," tutur dia.

Dari sembilan pengungkapan itu, salah satu tersangka berinisial IR di dapat barang bukti paling banyak yaitu 360 gram. Selain itu, polisi juga menemukan barang bukti lain non-narkotik salah satunya berupa airsoft gun.

"Membawa airsoft gun dengan maksud menakut-nakuti lawannya ataupun petugas," kata dia.

Kesembilan pengedar itu saat ini sudah ditahan. Mereka dijerat Pasal 114 ayat (2) Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotik. Ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

(dir/bbn)