Warga Sukabumi Berburu Kue hingga Jual Perhiasan untuk Lebaran

Syahdan Alamsyah - detikNews
Minggu, 02 Mei 2021 03:50 WIB
Warga Sukabumi mulai memadati pusat perbelanjaan menjelang lebaran
Warga Sukabumi mulai memadati pusat perbelanjaan menjelang lebaran (Foto: Syahdan Alamsyah)
Sukabumi -

Jelang hari raya Idul Fitri 1442 H yang hanya tinggal belasan hari lagi, sejumlah warga mulai memadati sejumlah jalan protokol di Kota Sukabumi. Mulai dari belanja hingga menjual perhiasan untuk bekal lebaran.

Pantauan detikcom di Jalan Ahmad Yani dan Jalan Kapten Harun Kabir, Kota Sukabumi terlihat warga tumpah ruah ke jalan. Mulai dari parkiran motor hingga mobil yang berada di bahu jalan terlihat penuh sesak.

Aulia, salah seorang warga mengaku terpaksa keluar rumah untuk membeli kue dan baju lebaran. Perhitungan berdasarkan kebiasaannya, pertokoan akan mulai ramai sepekan menjelang lebaran. Namun setibanya di kawasan perkotaan ia terpaksa harus berdesakan dengan warga lainnya.

"Niatnya mau cari kue di komplek pertokoan disini, sudah berapa toko saya keluar masuk ternyata penuh. Akhirnya naik ke atas ke Jalan A Yani, ternyata kondisinya juga sama," keluhnya kepada wartawan, Sabtu (1/5/2021).

Kondisi serupa ditemui di kawasan Jalan Harun Kabir, mulai dari persimpangan A Yani hingga kawasan pasar dekat komplek Ramayana terlihat warga menenteng barang belanjaan mereka. Kondisi makin semrawut dengan banyaknya pedagang kaki lima di jalan tersebut.

Warga terlihat patuh soal penggunaan masker, meskipun begitu tidak sedikit juga yang terlihat menurunkan maskernya hingga ke dagu. "Pengap mas, habis jalan karena kan kendaraan enggak bisa bebas. Makanya saya pilih parkir dibawah, lalu jalan kaki ke atas," kata Hasan, ia kedapatan menepi untuk menurunkan maskernya.

Tidak hanya berbelanja sambil menikmati keramaian, beberapa toko jual beli emas juga terlihat ramai. Beberapa pengunjung mengaku sengaja menjual emas mereka untuk keperluan lebaran.

"Tadinya mau bekal mudik ke Jawa Tengah, tapi karena mudik dilarang ya akhirnya jual emas untuk keperluan selama lebaran. Mungkin kirim uang juga ke orang tua di Jawa, beli baju juga beli makanan, banyak lah mungkinkan nanti silaturahmi juga disini," kata Mila, yang mengaku berasal dari Cilacap dan sudah tinggal selama 4 tahun di Kota Sukabumi.

Sesekali petugas kepolisian dan Dishub melintas, mereka berteriak meminta warga tetap mematuhi protokol kesehatan.

"Saya memilih enggak bandel, kata pemerintah jangan mudik ya enggak mudik. Suami kan kerja biasa, enggak dapat THR, karena itu akhirnya simpanan perhiasan terpaksa dijual dulu untuk keperluan," lanjut Mila.

(sya/mud)