Puluhan Mobil yang Terindikasi Akan Mudik Diputarbalik Polisi Sukabumi

ADVERTISEMENT

Puluhan Mobil yang Terindikasi Akan Mudik Diputarbalik Polisi Sukabumi

Syahdan Alamsyah - detikNews
Sabtu, 01 Mei 2021 21:16 WIB
Polisi Sukabumi putar balik kendaraan yang terindikasi akan mudik
Foto: Syahdan Alamsyah
Sukabumi -

Puluhan kendaraan yang akan memasuki Kabupaten Sukabumi terpaksa diputar balik oleh petugas kepolisian karena terindikasi akan melakukan mudik. Upaya pengetatan itu dilakukan polisi dalam 3 tahap sejak 22 April sampai 24 Mei.

"Kendaraan dari pagi yang kita periksa 300 kendaraan dan yang sudah diputar balikan karena terindikasi melaksanakan mudik ada kurang lebih sekitar 50 kendaraan," kata Kasat Lantas Polres Sukabumi, AKP Riki FM kepada wartawan di ruas Jalan Raya Sukabumi - Bogor Sabtu (1/5/2021).

Diejaskan Riki, kegiatan pengetatan yang dilakukannya sesuai dengan perintah langsung dari pemerintah soal mengadakan pengetatan untuk menindaklanjuti kegiatan larangan mudik.

"Larangan mudik ini dibagi menjadi tiga kegiatan, pertama dari tanggal 22 April - 5 Mei, kemudian larangan mudik mulai tanggal 6 Mei sampai 17 Mei, kemudian paska larangan mudik mulai tanggal 18 Mei sampai 24 Mei," jelas Riki.

Pantauan di lokasi sejumlah pengendara terlihat pasrah dan mengikuti arahan petugas saat diminta putar balik oleh petugas. Sebagian dari mereka memang mengaku sengaja ingin mudik ke kampung halaman di Sukabumi.

"Alhamdulillah tidak ada yang protes atau bagaimana karnea kita menjelaskan humanis dan sistematis sesuai prosedur mulai dari KTP keterangan rapid test kemudian dari SIM nya kita minta dengan humanis dan sistematis Alhamdulillah masyarakat mengerti," ujar Riki.

Terkait travel gelap, Riki mengaku saat ini sedang melakukan pemetaan. Antisipasi akan dilakukan termasuk maraknya penawaran jasa travel tujuan Sukabumi dari Jabodetabek di media sosial.

"Kalau sampai kedapatan kita akan berikan tilang, harapan kami tentu saja kepada masyarakat untuk mematuhi larangan dari pemerintah untuk mudik. Tujuannya tentu sebagai upaya pencegahan penyebaran COVID-19," pungkas dia.

(sya/ern)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT