ADVERTISEMENT

Ragam Perbedaan Mudik Lebaran 2020 dan 2021 di Jabar

Yudha Maulana - detikNews
Rabu, 28 Apr 2021 14:23 WIB
Penyekatan Kendaraan Pemudik di Kota Banjar
Foto: Penyekatan mudik di Banjar (Faizal Amiruddin/detikcom).
Bandung -

Bulan Ramadhan identik dengan pulang kampung atau mudik. Namun di tengah pandemi COVID-19 pemerintah berupaya untuk mencegah warganya melakukan tradisi tersebut untuk meredam penyebaran COVID-19.

Tahun ini pemerintah menerbitkan larangan mudik pada 6-17 Mei, yang diperkuat dengan terbitnya addendum SE No 13 Tahun 2021 yang memperketat persyaratan perjalanan pada H-14 dan H+7 periode larangan mudik. SE tersebut berlaku di seluruh provinsi, termasuk Jawa Barat.

Di Jawa Barat sendiri tahun lalu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengeluarkan maklumat terkait larangan mudik itu. Lalu seperti apa peraturan mudik tahun lalu dan sekarang? berikut rangkumannya.

1. Penyekatan Lebih Banyak

Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat (Dishub Jabar) Hery Antasari memastikan, tahun 2021 titik penyekatan dibuat lebih banyak dibandingkan tahun 2020. Kepolisian dan dishub akan menggelar 151 titik, termasuk di jalan tikus.

Titik penyekatan tersebut tiga kali lebih banyak dibandingkan tahun lalu, yang hanya 50 titik. "151 titik itu termasuk juga pengawasan di jalur tikus," ujar Hery saat dihubungi detikcom, Selasa (27/4).

2. Mudik Hanya Diperbolehkan di Area Aglomerasi

Tahun ini pemerintah pusat melalui Kemenhub, memperbolehkan mudik lokal di wilayah aglomerasi di Jabar. Seperti diketahui, di Jabar terdapat dua wilayah aglomerasi yang dibolehkan mudik lokal yakni Bandung Raya dan Bodebek.

Bandung Raya meliputi Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Bandung Barat, Kota Cimahi dan Kabupaten Sumedang. Sedangkan, Bodebek meliputi Kabupaten dan Kota Bogor, Kota Depok, Kabupaten dan Kota Bekasi.

Tahun lalu, mudik lokal tidak diperkenankan. Perjalanan diperbolehkan selama memenuhi kriteria tertentu yang telah ditetapkan, seperti bekerja dengan menunjukkan surat tugas/dinas atau yang mengedepankan aspek kedaruratan.

3. Pemudik Dikarantina 5 Hari

Berbeda dengan tahun lalu, pemudik yang terlanjur datang ke kampung halaman diwajibkan untuk melakukan isolasi mandiri selama lima hari.

"Mereka yang mudik tidak terdeteksi ke kampung halaman wajib karantina lima hari," ujar Gubernur Jabar Ridwan Kamil di Mapolda Jabar 8 April 2021.

Kewajiban untuk mengisolasi pemudik atau orang dari luar kota tahun ini lebih longgar dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Kala itu Ridwan Kamil mengeluarkan maklumat yang mewajibkan pemudik untuk melaksanakan isolasi selama 14 hari.

"Barangsiapa memaksa mudik, maka akan otomatis berstatus ODP (orang dalam pemantauan). Jika berstatus ODP, maka harus isolasi diri 14 hari," tulis Ridwan Kamil dalam akun media sosialnya, Facebook pada 27 Maret 2020.

Ia pun menyebut jika pihak kepolisian akan mengambil tindakan hukum jika ODP tidak melakukan isolasi diri.

4. Psikologis Warga Berbeda

Hadirnya vaksinasi COVID-19 dan tidak adanya laporan zona merah di Jawa Barat diakui Kadishub Jabar Hery Antasari mempengaruhi psikologis dari warga.

Tahun lalu, ia mengatakan warga mayoritas masih takut untuk melakukan perjalanan pada masa awal pandemi.

Sementara tahun ini, kewaspadaan masyarakat dinilainya lebih longgar dalam menerapkan protokol kesehatan, karena sebagian aktivitas pun mulai kembali normal dan warga yang telah mendapatkan vaksinasi.

"Yang beda kondisi psikologis masyarakatnya lebih longgar, kalau tahun lalu kesadaran terhadap ketakutan terhadap COVID masih tinggi, ada atau tidak ada larangan mereka masih takut melakukan perjalanan, sekarang sudah ada yang divaksin, kegiatan juga sudah beranjak normal, sekarang kewaspadaannya menurun," ujar Heri, 27 April 2021.

(yum/mso)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT