Cegat Pemudik di Kuningan, Polisi: Mereka Curi-curi Waktu

Bima Bagaskara - detikNews
Selasa, 27 Apr 2021 23:05 WIB
Polisi Cegat Pemudik di Kuningan
Polisi melakukan penyekatan kendaraan di Kuningan. (Foto: Bima Bagaskara/detikcom)
Kuningan -

Petugas gabungan mulai mencegat para pemudik yang akan masuk ke Kabupaten Kuningan dengan menjaga wilayah perbatasan. Tercatat ada enam check point yang disiagakan petugas untuk mencegat para pemudik.

Pantauan detikcom di check point Tugu Ikan Sampora, Selasa (27/4/2021) malam, sekitar pukul 22.30 WIB, petugas memberhentikan laju kendaraan yang berasal dari luar wilayah Kuningan. Kendaraan bernomor polisi Jakarta dan Bandung menjadi target petugas untuk diperiksa. Selain kendaraan pribadi, kendaraan umum seperti bus juga tidak ketinggalan diperiksa petugas.

Ipda Sumarni Padal Cek Point Tugu Ikan Sampora mengatakan hingga saat ini belum ditemukan adanya kendaraan pemudik yang akan masuk ke Kabupaten Kuningan. "Sampai sekarang belum ada (pemudik), kalau kendaraan yang diperiksa sudah banyak khususnya yang plat nomornya B dan D kita periksa semua, kita tanya tujuan dan kelengkapan surat-suratnya," ujar Sumarni.

Bila pemudik tidak bisa menunjukkan surat hasil antigen, pihaknya akan memutarbalikkan kendaraan tersebut ke daerah asalnya. "Kalau ditemukan pemudik, kita tanya surat-surat prokesnya, hasil antigen dan sebagainya. Serta kita tanya juga kenapa dia mudik alasannya apa, kalau memang itu urgent sekali mungkin kita biarkan dia lewat," ucapnya.

Sumarni mengungkapkan sejauh ini kendaraan pemudik yang akan masuk ke Kabupaten Kuningan belum relatif banyak jumlahnya. Menurut dia, banyak pemudik yang sengaja mencuri waktu untuk menghindari petugas di pos penyekatan.

"Mereka banyak yang curi waktu, pada mudik sebelum dan setelah sahur mungkin pikirnya saat itu tidak ada petugas yang berjaga. Padahal kami disini jaga 24 jam untuk mencegat pemudik," kata Sumarni.

Selain pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi, petugas juga mengawasi adanya travel gelap. "Kita juga perhatikan travel gelap, karena saat mudik dilarang ini banyak travel gelap yang memanfaatkan situasi untuk mengangkut penumpang khususnya masyarakat yang ingin mudik," tutur Sumarni.

Selain Tugu Ikan Sampora, penyekatan juga dilakukan di wilayah Mandirancan yang berbatasan dengan Cirebon, wilayah Cipasung, Jatimulya, Desa Cibingbin dan pos sekat alternatif di Desa Pancalang.

(bbn/bbn)