Beda Ridwan Kamil - Ganjar - Khofifah Soal Wacana Dispensasi Mudik Santri

Yudha Maulana - detikNews
Senin, 26 Apr 2021 16:14 WIB
Ridwan Kamil hadiahi dua pantun untuk Khofifah
Foto: Yudha Maulana
Bandung -

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil masih menunggu arahan dari pusat terkait dispensasi mudik bagi santri. Pasalnya, masih belum ada keputusan resmi terhadap wacana yang mengemuka dari Wapres Ma'ruf Amin tersebut.

"Pesantren kita menunggu petunjuk, karena wacana itu belum resmi. Masih pengajuan dari wapres dan lain-lain, tapi juklak ke daerah dalam rapat-rapat covid belum disampaikan kita tunggu aja," ujar Ridwan Kamil di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (26/4/2021).

Di samping itu, penyekatan untuk mengantisipasi pemudik dini di Jabar telah dilakukan sejak akhir pekan lalu. Gubernur menyebut sekitar 300 kendaraan telah diputar balikkan oleh kepolisian setelah memasuki gerbang Tol Pasteur.

"Ini kita lakukan karena pengetatan dilakukan dua minggu sebelum Idul Fitri, plus satu pekan setelah Idul Fitri. Saya titip ke media agar menyampaikan kepada masyarakat bahwa ini keputusan yang tidak nyaman bagi kita, tapi semata-mata melihat kasus di India dan Thailand ada gelombang kedua, karena merasa lengah, kasus turun tapi kita tidak boleh lengah," kata sosok yang akrab disapa Kang Emil itu.

Lain halnya dengan Kang Emil, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tidak akan memberikan dispensasi mudik bagi santri seperti permintaan Wapres Ma'ruf Amin.

"Nggak, nggak ada pengecualian-pengecualian," kata Ganjar usai Melantik Bupati Grobogan di gedung Gradhika Bakti Praja, Semarang, Senin (26/4/2021).

Ia menegaskan larangan mudik berlaku sama bagi siapa saja karena jika ada kelompok yang mendapat dispensasi mudik maka akan ada permintaan dari kelompok lainnya.

"Semua sama. Kalau nanti satu dikecualikan nanti yang lain akan minta karena problem bukan pada kelompok tertentu, tapi problemnya pada kumpulan massa," tegasnya.

Sementara itu, Pemprov Banten menyetujui adanya wacana dispensasi mudik khusus santri yang diutarakan Wakil Presiden Ma'ruf Amin melalui juru bicaranya. Santri dianggap masih anak-anak dan perlu bertemu dengan keluarga saat Lebaran.

"Ya setuju, memang harus, masa anak-anak kecil enggak boleh pulang," kata Wahidin kepada wartawan di Serang, Banten, Senin (26/4/2021).

Tapi, pihak pengurus pesantren harus bisa menjamin mereka sehat saat dipulangkan ke daerah-daerah di Banten. Paling tidak mereka bisa mudik sebelum 6 Mei 2021.

Selain itu, mereka tentunya harus menjalani rapid test sebelum pulang. Mereka yang dipulangkan saat Lebaran ke daerah-daerah itu harus benar-benar bebas dari COVID-19.

Senada dengan Pemprov Banten, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyiapkan opsi memberi surat jalan/pengantar, kepada santri untuk bisa pulang ke rumah/wilayah asalnya. Menurutnya, ada dispensasi untuk santri karena sudah tidak ada kegiatan di pesantren saat libur Lebaran Idul Fitri 2021.

"Dispensasi yang dimaksud karena para santri sudah tidak lagi memiliki kegiatan di pesantren lantaran memasuki masa libur Lebaran Idul Fitri. Pun demikian bagi pekerja migran yang telah habis masa kontraknya, sehingga mau tidak mau mereka harus kembali ke Tanah Air jika tidak status mereka akan menjadi pekerja migran ilegal," ujar Khofifah dalam akun Instagramnya @khofifah.ip yang dilihat detikcom, Sabtu (24/4/2021).

Gubernur Khofifah menegaskan, dispensasi tersebut berbeda dengan maksud dan makna mudik sendiri. "Tentu saja ini berbeda dengan maksud dan definisi mudik," imbuhnya.

(yum/ern)