Budidaya Maggot, Ponpes di Cirebon Ini Sukses Jaga Lingkungan-Wirausaha

Sudirman Wamad - detikNews
Minggu, 25 Apr 2021 03:28 WIB
Santri di Ponpes Cirebon
Santri di Ponpes Matholib Al-Mulk (Foto: Sudirman Wamad/detikcom).
Cirebon -

Santri Pondok Pesantren ( Ponpes) Matholib As-Suluk, Kecamatab Sumber, Kabupaten Cirebon, tak hanya mendapatkan pelajaran agama. Para santri juga digembleng tentang membudidayakan maggot atau larva lalat black soldier fly (BSF).

Pihak Ponpes Matholib As-Suluk mengajarkan santrinya untuk mencintai lingkungan dan kemandirian berwirausaha. Pimpinan Ponpes Matholib As-Suluk Busrol Karim mengaku sengaja memilih membudidayakan maggot untuk dikembangkan menjadi keahlian wirausaha santrinya.

"Kita ajarkan tentang budidaya maggot. Ini bermula dari kegelisahan kita tentang sampah organik. Akhirnya kita manfaatkan untuk budidaya maggot, dan hasilnya alhamdulillah memuaskan," kata Busrol Karim saat berbincang dengan detikcom di Ponpes Matholib As-Suluk, Minggu (25/4/2021).

Busrol dan santrinya rutin meneliti tentang siklus hidup BSF. Kemudian, ia mengembangkannya dengan peralatan sederhana. Busrol memanfaatkan ruangan sempit di asrama ponpesnya untuk dijadikan tempat budi daya. Ia memanfaatkan jaring sebagai sangkar lalat.

"Sampah organik ini untuk makannya lalat. Kalau tidak dari ponpes, biasanya kita ambil dari pasar juga," kata Busrol.

Walhasil, kondisi pesantren pun terlihat bersih. Selain itu, lanjut dia, tak sedikit masyarakat yang menginginkan maggot hasil budidaya santri. Maggot dimanfaatkan sebagai pakan ternak, seperti lele dan sebagainya.

"Per kilogramnya kita jual Rp 5 ribu, ada maggot atau larva lalat, dan telur lalat yang kita jual. Sudah berjalan satu tahunan," kata Busrol.

Sementara itu, salah seorang santri Ponpes Matholib As-Suluk Cikal Pangestu Ramadhan mengaku maggot atau larva BSF ini merupakan alternatif pakan ternak. Sebab, dikatakan Cikal, maggot memiliki kandungan protein yang bagus untuk perkembangan dan pertumbuhan hewan ternak.

"Maggot ini biasa dicampur dengan makanan biasa atau pabrikan. Selain itu, bisa menjadi solusi untuk mengirit biaya produksi bagi peternak," kata Cikal.

Selain maggot, Cikal mengatakan pihaknya menjual telur lalat. Siklus metamorfosis lalat sebelum menjadi maggot. "Kalau yang beli telur lalat ini biasanya untuk mengembangkan siklus hidup lalat, ya untuk budidaya juga. Sehingga nantinya pembeli ini bisa panen sendiri," kata Cikal.

"Alhamdulillah, untuk maggot dan telur lalat ini setiap hari panen. Alhamdulillah, jadi bisa langsung jual setiap harinya," tambah Cikal.

(mso/mso)