Jabar Banten Hari Ini: Bocah Dibully Pemuda Bogor-Warga Antre BLT Tengah Malam

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 22 Apr 2021 20:51 WIB
Sejumlah warga di Pandeglang harus mengantre sejak tengah malam demi bisa mencairkan uang bantuan produktif usaha mikro (BPUM) atau BLT UMKM Rp 1,2 juta. Mereka datang ke kantor BRI untuk bisa mendapatkan nomor antrean.
Warga Pandeglang antre BLT hingga tengah malam (Foto: Rifat Alhamidi)

Warga Pandeglang Antre Tengah Malam Demi BLT

Sejumlah warga di Pandeglang harus mengantre sejak tengah malam demi bisa mencairkan uang bantuan produktif usaha mikro (BPUM) atau BLT UMKM Rp 1,2 juta. Mereka datang ke kantor BRI untuk bisa mendapatkan nomor antrean.

Pantauan di lokasi, Pasar Badak Pandeglang, antrean tersebut berlangsung pada Kamis (22/4/2021) dini hari. Bahkan puncaknya, yaitu sekira pukul 02.30 WIB, antrean warga sampai mengular dan hampir menghabiskan halaman kantor bank.

"Saya dapat informasi dari tetangga katanya kalau mau mencairkan bantuan UMKM harus datang ke bank pas jam segini. Biar dapat nomor antrean dulu, kang," kata Ade Taufik warga setempat saat ditemui detikcom.

Karena banyak didatangi pada tengah malam, antrean warga pun tak terhindarkan. Mereka bahkan terlihat saling berdesakan dan tidak menjaga jarak demi bisa mendapat nomor antrean pertama untuk mencairkan bantuan COVID-19 dari pemerintah bagi kelompok usaha tersebut.

"Kata tetangga saya, antrenya memang harus dari malam. Kemarin kan ngecek ada nama saya dapat bantuan Rp 1,2 juta. Makanya, sekarang lebih baik ngambil nomor antreannya dulu supaya pagi enggak perlu ngantre lagi kalau mau ke bank," tutur Ade.

Warga lainnya, Samsul Fatoni, rela datang ke bank tengah malam hanya untuk bisa mendapatkan nomor antrean. Sebab sebelumnya, ia pernah datang ke kantor bank tersebut pada pagi hari namun nomor antrean untuk pencairan bantuan tersebut sudah tidak tersedia.

"Sebetulnya males juga kang tengah malam gini harus ke sini, ngantuk sebenarnya mah. Tapi kalau datangnya besok pagi, nomor antrean itu sudah habis, disuruhnya pasti harus datang besok lagi. Iya kalau antreannya masih ada, mending saya bela-bela tengah malam ke sini supaya enggak perlu antre lagi," ujar Samsul.

Pantauan hingga pukul 03.00 WIB, antrean warga masih terjadi di bank milik pemerintah tersebut. Tidak ada petugas yang terlihat berjaga di lokasi, bahkan satpam bank juga sama sekali belum menampakkan diri untuk membagikan nomor antrean ke warga.

Satu Hari untuk Dua Desa

Antrean warga makin bertambah selepas sahur. Akibatnya, petugas keamanan harus memberikan peringatan keras untuk membubarkan warga yang berkerumun.

Peringatan kedua kalinya dilakukan satpam kantor BRI kepada warga agar bubar dan kembali lagi saat jam kerja. Namun, peringatan itu tak digubris lantaran warga merasa sudah sejak tengah malam menunggu untuk mendapatkan antrean.

Hingga akhirnya, sekira pukul 06.00 WIB, pihak BRI memberikan kebijakan kepada warga dengan membuat aturan mengenai teknis antrean pencairan bantuan tersebut. Warga akhirnya membubarkan diri usai mendapat kepastian kapan mereka bisa datang lagi ke bank untuk menarik uang BLT UMKM.

"Tadi akhirnya dibuat per hari cuma untuk dua desa. Kalau kayak gini kan kami enggak perlu nunggu dari tengah malam lagi, tinggal lihat kapan kami bisa datang ke sini buat pencairan," ucap Nuraeni, warga yang ikut antre.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) mengimbau kepada masyarakat untuk tidak terburu-buru datang ke Kantor Bank untuk mencairkan dana Banpres Produktif untuk Usaha Mikro (BPUM).

Hal ini untuk menyikapi membludaknya warga di Pandeglang yang mengantre sejak tengah malam demi bisa mencairkan BLT UMKM senilai Rp 1,2 juta tersebut.

Corporate Secretary BRI Aestika Oryza Gunarto mengungkapkan ada waktu selama 3 bulan yang diberikan oleh pemerintah untuk peyalurkan BPUM tersebut. Sehingga masyarakat diimbau untuk datang ke Kantor BRI pada saat jam layanan operasional yakni pukul 08.00 s.d. 14.00 waktu setempat.

"Apabila terdapat antrian panjang di Kantor BRI, masyarakat dapat mendatangi Kantor BRI lain yang kapasitasnya masih lengang atau masyarakat bisa datang pada hari lain yang lebih lengang," ungkap Aestika dalam keterangan tertulis, Kamis (22/4/2021).

Lebih lanjut, Aestika mengimbau kepada masyarakat, khususnya calon penerima BPUM untuk dapat mengakses laman https://eform.bri.co.id/bpum terlebih dahulu, sebelum mengambil haknya di kantor BRI terdekat guna menghindari terjadinya antrian.

Setelah mengakses eform BRI, selanjutnya masyarakat bisa memasukkan nomor e-KTP (NIK) dan mengisi kode verifikasi serta melanjutkan proses inquiry untuk mengetahui hasilnya.

Aestika mengungkapkan untuk membantu dan memudahkan masyarakat dalam mengetahui apakah dirinya mendapatkan bantuan atau tidak, maka mereka dapat mengakses laman https://eform.bri.co.id/bpum.

Apabila masyarakat sudah mengecek status bantuan bagi dirinya, maka bisa segera menghubungi Kantor BRI terdekat untuk mengecek waktu atau jadwal pencairan.

"Mempertimbangkan protokol kesehatan dan untuk menghindari terjadinya kerumunan, pencairan BPUM dilakukan secara bertahap sesuai tanggal yang ditentukan. Pencairan BPUM ini dapat dilakukan melalui seluruh Unit Kerja BRI dan tidak dipungut biaya sedikitpun atau gratis," jelasnya.

Halaman

(mud/mud)