Insentif Nakes COVID-19 di Cianjur Sudah 8 Bulan Belum Cair

Ismet Selamet - detikNews
Kamis, 22 Apr 2021 14:01 WIB
Ilustrasi Tenaga Kesehatan
Foto: Ilustrasi: Fuad Hashim
Cianjur -

Tenaga kesehatan (nakes) di Kabupaten Cianjur keluhkan insentif penanganan COVID-19 yang tak kunjung dibayarkan. Bahkan total sudah 8 bulan, insentif tersebut tertunggak.

Dadang (bukan nama sebenarnya), salah seorang perawat RSUD Sayang Cianjur mengaku jika dia dan para nakes di ruang isolasi COVID-19, terakhir mendapatkan insentif pada Agustus 2020 lalu.

"Terakhir kita dapat insentif itu Agustus 2020 yang dibayarkan pada bulan September. Untuk September sampai April 2021 belum dibayar sama sekali. Berarti sudah 8 bulan," ujarnya, Kamis (22/4/2021).

Menurutnya saat ini para nakes di RSUD Cianjur hanya mengandalkan gaji pokok untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Dengan hanya mengandalkan gaji pokok, tidak sedikit dari mereka merasa gelisah dan harus memutar otak untuk mencukupi kebutuhan, terlebih saat menghadapi momentum Lebaran.

"Yang sudah dibayar gaji. Untuk insentif belum. Sedangkan gaji hanya cukup untuk sehari-hari. Bahkan untuk nakes yang baru, gajinya mungkin hanya cukup untuk satu atau dua minggu, karena memang masih minim," ungkap dia.

Dia mengaku sudah beberapa kali mempertanyakan terkait insentif penanganan COVID-19 tersebut. Namun, tidak kunjung mendapat kejelasan dari pihak rumah sakit ataupun Dinas Kesehatan (Dinkes).

"Informasi atau kabar kenapa dan kapan akan dibayarkan belum jelas. Di awal tahun sempat katanya akan dibayar, tapi sampai sekarang tidak ada," tuturnya.

Sementara itu Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur Irvan Nur Fauzy mengatakan terkait insenfit nakes untuk bulan September hingga Desember 2020 akan dibayar pada Ramadhan ini.

"Memang ada penundaan, tapi yang 2020 sudah siap bayar. Insya Allah bulan ini dibayar," kata dia.

Namun, lanjut Irvan, untuk insentif bulan Januari hingga April 2021, masih tertunda lantaran harus dilakukan proses input data.

"Jadi kendalanya di input data dan ketersediaan anggaran dari pusat. Karena ini kan dari pusat, daerah hanya menyalurkan. Tapi kami upayakan yang 2021 juga segera bisa dibayarkan," pungkasnya.

(mso/mso)