1 Tersangka Kasus EDCCash Sempat Sawer Duit ke Warga di Sukabumi

Syahdan Alamsyah - detikNews
Rabu, 21 Apr 2021 18:51 WIB
Rumah Milik Tersangka EDCCash di Sukabumi
Rumah milik salah satu tersangka kasus EDCCash di Sukabumi. Rumah ini digerebek polisi berkaitan kasus penipuan investasi. (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom)

Rumah Tersangka EDCCash Pernah Digerebek TNI

H, tersangka kasus EDCCash, memiliki rumah lainnya yang berlokasi di Desa Ciheulang Tonggoh, Kecamatan Cibadak, atau berjarak sekitar 5 kilometer dari kediamannya di Desa Balekambang, Kecamatan Nagrak. Rupanya, rumah di Desa Ciheulang Tonggoh ini pernah digerebek personel TNI pada 2016. Tempat tinggal ini membuat heboh warga karena dipakai sebagai markas salah satu ormas yang berseragam ala TNI.

"Ia benar, rumah ini. Dulu pernah didatangi prajurit TNI karena terlibat tentara-tentaraan," kata seorang perempuan kepada detikcom di sebuah warung dekat dengan kediaman H, Rabu (21/4/2021).

Pagar rumah terlihat dipasangi gembok, terlihat tidak terurus. Menurut warga, rumah itu dalam proses pembangunan, namun entah kenapa ditinggalkan pemiliknya dan memilih untuk membeli rumah baru di Desa Balekambang. "Kalau alasannya enggak tahu kenapa, memang lagi dibangun. Kondisinya lihat saja sendiri karena memang digembok," dia melanjutkan.

Sama seperti warga di sekitar rumah sebelumnya, sejumlah tetangga memilih menutup mulut saat ditanyai seputar kehidupan H. Warga enggan menceritakan latar belakang H. Namun, mereka membenarkan pria yang dimaksud ialah H yang berurusan dengan polisi.

Bagian gerbang rumah ini dulunya terpasang papan dengan tulisan 'Markas Besar'. Kini papannya sudah tidak terlihat.

Pada Minggu 28 Februari 2016, personel TNI dari Kodim 0607 Kota Sukabumi menggerebek rumah tersebut. Mereka mendapat laporan warga soal ormas bergaya ala militer lengkap dengan tanda kepangkatan.

Menurut keterangan Letnan Satu CPM Wahyu Firmansyah, saat itu penggerebekan dilakukan karena ada laporan dari masyarakat soal anggota ormas berseragam ala militer. Aktivitas mereka meresahkan warga.

"Mereka ini memakai seragam dan nama kepangkatannya menyerupai anggota TNI. Mereka di komandani seorang 'letkol' yang belakangan diketahui si 'letkol' ini cuma warga biasa," tutur Wahyu.

Halaman

(sya/bbn)