Disparbud Pastikan Wisata di Jabar Siap Layani Pelancong Lokal

Muhammad Iqbal, Yudha Maulana - detikNews
Rabu, 21 Apr 2021 17:47 WIB
Wisata Pantai Pangandaran
Pantai Pangandaran (Foto: Faizal Amiruddin/detikcom).
Bandung -

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat (Disparbud Jabar) memastikan tempat wisata di Jabar siap untuk menghadapi wisatawan lokal saat libur Lebaran nanti. Salah satunya dengan mengetatkan edukasi dan protokol kesehatan COVID-19.

Kadisparbud Jabar Dedi Taufik mengatakan saat ini terdapat 772 hotel, restoran dan tempat wisata di Jabar yang telah mendapatkan sertifikasi CHSE dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. CHSE adalah singkatan dari Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment (Ramah lingkungan).

"Kita punya 772 lokasi yang memiliki label CHSE dari Kemenparekraf, yaitu hotel, restoran dan tempat wisata, meskipun baru ada di beberapa tempat, itu menjadi salah satu parameter kesiapan kita, jadi Jabar akan memberikan pelayanan yang baik," ucap Dedi, Rabu (21/4/2021).

Selain sertifikasi CHSE, Dedi memastikan bahwa pengetesan COVID-19 dengan metode rapid antigen akan diberlakukan di sejumlah tempat kunjungan wisata. Menurutnya, langkah tersebut akan sangat efektif untuk mencegah terjadinya penyebaran virus Corona.

"Kita pasti akan lakukan sampling ya, tidak mungkin seluruhnya. Ya tunggu saja aturannya seperti apa, tunggu kebijakan pemerintah pusat," tuturnya.

"Filosofi mudik itu ke kampung halaman, kalau piknik ini agak beda. Kaya orang Bandung mau piknik ke Lembang, ini kan beda kategori mudik dengan piknik. Kesiapan atau kewaspadaan harus kita jaga 3M," ujar Dedi menambahkan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bandung Yosep Nugraha berharap dibukanya wisata saat Lebaran bisa membantu memulihkan industri pariwisata. Dengan begitu, akan ada efek domino bagi perekonomian warga sekitar.

"Kalau di masa normal kan liburan-liburan seperti Idul Fitri ini merupakan panen bagi destinasi wisata. Kita berharap, meksipun tidak seperti dalam keadaan normal, tetapi pengurangan kunjungan ke tempat-tempat destinasi wisata tidak terlalu signifikan," kata Yosep saat dihubungi, Rabu (21/4/2021).

"Sehingga destinasi wisata bisa memenuhi biaya kebutuhan operasionalnya untuk tetap membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat yang berada di objek wisata," lanjutnya.

Yosep menambahkan dengan adanya larangan mudik, wisatawan luar daerah Bandung Raya dinilai akan berkurang. Karena, pariwisata di Kabupaten Bandung mengandalkan wisatawan luar daerah seperti Jabodetabek.

Maka dari itu, ia berharap, wisatawan lokal dapat memberikan kontribusi besar untuk pertumbuhan ekonomi industri pariwisata. "Oleh karena itu, ini kesempatan bagi masyarakat di daerah untuk melaksanakan wisata di daerah sendiri. Jadi tidak perlu mudik ke kampung halaman, karena di Kabupaten Bandung pun tersedia objek-objek wisata yang menarik bagi wisatawan," tuturnya.

Seperti diketahui, pemerintah pusat melalui Menko PMK Muhadjir Effendy mengatakan, meskipun mudik dilarang, tetapi wisata lokal tetap diperbolehkan dibuka dengan catatan prokes yang ketat. Kebijakan itu diputuskan untuk menjaga nadi perekonomian masyarakat tetap berdenyut.

"Kemarin kan sudah mulai ada yang protes, wah mudik dilarang tapi wisata dibolehkan. Iya sebetulnya wisatanya itu dalam rangka lebaran gitu ya. Jadi bukan wisata tadi itu wisata dengan destinasi yang jauh tadi itu. Ya kalau orang tidak sudah tidak boleh pergi ke mana-mana ya dibukalah wisata lokalnya agar dia bisa pergi ke tempat-tempat liburan tapi dengan kepatuhan yang terkendali, itu sebetulnya yang dimaksud," kata Muhajdir dalam diskusi virtual di akun YouTube BPKN, Selasa (20/4/2021).

(yum/mso)