12 Rektor Perempuan di Indonesia Maknai Spirit Kartini Lewat Pendidikan

Siti Fatimah - detikNews
Rabu, 21 Apr 2021 15:37 WIB
12 rektor perempuan di Indonesia
Pemberian plakat tanda terima kasih dari Rektor ISBI Een Herdiani kepada Rektor UIN Raden Patah Palembang Nyanyu Khadijah dalam acara penandatanganan MoU Rektor-rektor Perempuan Indonesia (Foto: Tangkapan layar saat zoom meeting.
Bandung -

RA Kartini dikenal sebagai sosok yang berjuang untuk menyamakan hak antara perempuan dan laki-laki terutama dalam hal pendidikan. Saat ini perjuangan RA Kartini terlihat nyata dengan lahirnya perempuan-perempuan Indonesia yang berhasil menduduki kursi tertinggi di Perguruan Tinggi.

Dalam memperingati Hari Kartini di masa pandemi, ada 12 rektor perempuan berkumpul secara virtual untuk melanjutkan spirit Kartini dengan berkolaborasi. Kedua belas rektor tersebut berasal dari kampus Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI Bandung), Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dan Universitas Padjadjaran.

Kemudian Institut Teknologi Nasional, Universitas Singaperbangsa Karawang, UPN Veteran Jakarta, Institut Kesenian Jakarta, Universitas Sam Ratulangi, Universitas Negeri Manado, Universitas Udayana dan Universitas Hasanuddin.

Rektor ISBI Bandung Een Herdiani mengatakan momen kartini menjadi momen yang tepat untuk menyatukan rektor-rektor perempuan dalam membicarakan peningkatan mutu pendidikan di Indonesia. Dia mengatakan, semangat Kartini di bidang Pendidikan layaknya harus dilanjutkan dan diteruskan ke kalangan milenial.

"Momen ini saya anggap tepat, kita bisa menjadi pimpinan perguruan tinggi karena perjuangan RA Kartini, sosok yang inspiratif, kuat, tak pernah berjuang dan tak pernah takut melakukan perjuangan walau harus berkorban. Kita belajar darinya bahwa tidak ada hal yang tidak bisa dilakukan jika kita mau. Jangan pernah memandang diri rendah hanya karena kita perempuan," kata Een dalam acara seremoni Penandatanganan MoU Rektor-Rektor Perempuan Indonesia melalui zoom meeting, Rabu (21/4/2021).

Lebih lanjut, bentuk kolaborasi antar perguruan tinggi yang dipimpin oleh perempuan ini membidangi berbagai aspek dari mulai pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi, Merdeka Belajar Kampus Merdeka, peningkatan SDM, tata kelola, pengembangan di bidang Pemberdayaan Perempuan dan Kesetaraan Gender serta kegiatan lain yang telah disepakati bersama.

Momen tersebut pun lebih khidmat dirasakan saat lima Rektor Perguruan Tinggi (ISBI Bandung, UPN Veteran Jakarta, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, IKJ dan UNSHIKA) membacakan surat-surat Kartini dan Feodalisme, Kartini dan Kepedulian Sosial serta Kartini dan Pendidikan. Surat-surat tersebut merupakan buah pemikiran emansipasi wanita di tanah air yang ia kirimkan pada teman-temannya di Belanda kala itu.

Sementara itu, Rektor UPN Veteran Jarakta Erna Hernawati menambahkan berdasarkan hasil penelitian American Psicological Assosiasion menyebutkan, bahwa wanita cenderung memiliki kepemimpinan yang lebih kooperatif dan demokratis ketimbang laki-laki

"Tapi saya kira laki dan perempuan sama baiknya zaman sekarang. (Target kolaborasi ke depan). Saya kira ISBI ini punya peranan seni dan punya peranan bidang lain. Sentuhan seni sangat kita butuhkan, kami memang ingin kolaborasi supaya lebih berseni," pungkasnya.

(mso/mso)