Melihat Aksi Seniman Bandung Menari 7 Jam Non Stop untuk Kenang RA Kartini

Yudha Maulana - detikNews
Rabu, 21 Apr 2021 15:04 WIB
Tarian 7 jam non stop untuk RA Kartini di Bandung
Sejumlah penari melakukan tarian selama 7 jam non stop untuk memperingati Hari Kartini (Foto: Yudha Maulana/detikcom).
Bandung -

Sejumlah penari di Bandung melakukan pertunjukan tari selama tujuh jam non-stop. Pementasan ini merupakan bagian dari peringatan Hari Lahir RA Kartini yang jatuh pada Rabu, 21 April 2021.

Enam orang penari bergerak lentur di antara pepohonan tinggi di Taman Hutan Raya (Tahura) Ir Djuanda, Bandung. Sambil menari, mereka membawa potret Raden Ajeng Kartini menyusuri hutan di Bandung Utara itu.

Direktur Sanggar Tari Bongkeng Arts Space mengatakan, pementasan dimulai pada pukul 11.00 WIB dari sanggar Bongkeng Arts Space di Bojongkoneng, Kota Bandung. Para penari pun tak berhenti menari di atas sepeda motor saat melakukan perjalanan dari Bojongkoneng ke Tahura.

"Tadi kita transit dulu di Dago Golf, baru melaju ke sini. Titik terakhir kita di Tahura. Kita ke Goa Belanda, Goa Jepang, penangkaran rusa, lalu kembali ke Bongkeng, di sana sudah ada 40 penari yang siap menutup pementasan ini," ujar Deden.

Deden mengatakan, konsep tari yang diusung dalam peringatan RA Kartini adalah bangkit dari pandemi. Menurutnya, para pelaku seni sangat terpukul saat virus Corona merebak.

"Para seniman kehilangan mata pencaharian. Ada penari yang sampai menjual properti atau alat-alat tarinya, sampai ada yang begitu. Tahun kemarin anak-anak kita coba ajak pentas untuk virtual," katanya.

Oleh karena itu, ujar Deden, semangat 'Habis Gelap Terbitlah Terang' yang melekat pada sosok Kartini sangat tepat untuk dijadikan bahan bakar bagi para pelaku seni untuk kembali bangkit. "Awal tahun kita coba bangkit kembali," kata Deden.

"Lewat tarian ini kita coba mengingatkan kembali sosok Kartini kepada pemuda dan pemudi. Habis gelap terbitlah terang, itu yang kita ambil pelajarannya sekarang. Kita jangan menyerah, sehabis pandemi kita bisa bangkit," ujarnya melanjutkan.

Salah seorang penari, Mahaika Umiyati Putri Sabana (20) mengatakan, Kartini merupakan sosok perempuan yang tangguh. Berkaca dari sana, mahasiswi jurusan seni tari ISBI itu mencoba meresapi semangat pantang menyerah dari Kartini di masa pandemi ini.

"Di masa pandemi ini kita harus bisa bangkit kembali dan tak mudah menyerah," ucap Mahaika.

Bongkeng Arts Space sendiri kerap melakukan pementasan saat memeringati hari-hari besar nasional. Salah satu pementasan terlama, ialah dengan melakukan tari selama 48 jam non-stop.

(yum/mso)