Bocah di Sukabumi Diduga Diculik Pemulung yang Ngaku Gamer

Syahdan Alamsyah - detikNews
Selasa, 20 Apr 2021 21:01 WIB
Stop Child Violence and Trafficking. Stop Violence Against Children, child bondage in angle image blur , Human Rights Day concept.
Ilustrasi kasus penculikan anak. (Foto: Getty Images/iStockphoto/Tinnakorn Jorruang)

Orang tua Maula tinggal di perkampungan padat, sebagai perantau mereka mengontrak rumah di Jalan Sikib, Kelurahan Nangleng, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi. Tempat itu tidak jauh dari rel kereta api Cianjur-Sukabumi. Sementara pria yang diduga menculik Maula bekerja sebagai pemulung, lokasinya juga tidak jauh dari tempat Maula tinggal.

Cerita soal pria pemulang yang mengaku gamer itu diceritakan juga oleh Ati. BM alias WY mengklaim pernah memenangi kejuaraan game online dan mendapat hadiah ratusan juta.

"Cerita ke anak saya begitu, ke saya juga cerita katanya pernah dapat uang Rp 100 juta dari game," ucap Ati.

Selepas putranya hilang, Ati sempat menghubungi BY melalui messenger putranya. Dia meminta BY mengembalikan putranya baik-baik.

"Biasanya lewat WhatsApp, bahkan sampai video call. Tapi belakangan sebelum anak saya pergi dia banyak berkomunikasi lewat Facebook Messenger, dia mengakunya masih di Bali pas malam Minggu. Saat anak saya sudah tidak ada, saya bilang lewat messenger kembalikan anak saya, saya tahu Maula sama kamu. Tapi tidak ada balasan," tutur Ati.

Dihubungi terpisah, Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sumarni membenarkan kejadian tersebut. "Sudah kami cari lewat siber, koordinasi dengan satuan di tempat lain juga," kata Sumarni singkat.

Halaman

(sya/bbn)